Maybrat — Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Maybrat, Adam Sory, membantah tuduhan yang menyebut dirinya terlibat dalam kontak senjata antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB–OPM) di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.

Bantahan tersebut disampaikan melalui siaran pers Badan Pekerja Pusat (BPP) KNPB tertanggal 23 Maret 2026. Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa tuduhan terhadap Adam Sory muncul dalam video interogasi terhadap seorang warga sipil bernama Yusup Sory yang beredar di masyarakat.

Adam Sory menegaskan dirinya tidak memiliki keterlibatan dalam peristiwa kontak tembak yang terjadi di Kampung Sory pada Minggu (22/3/2026).

Ia menyatakan bentrokan tersebut merupakan konflik bersenjata antara TPNPB–OPM Kodap IV Sorong Raya dan aparat TNI, serta tidak berkaitan dengan aktivitas organisasi KNPB yang disebutnya sebagai gerakan sipil.

“KNPB adalah organisasi sipil yang memperjuangkan aspirasi politik rakyat Papua melalui cara damai dan bermartabat,” demikian pernyataan resmi BPP KNPB yang juga ditandatangani Ketua Umum KNPB Agus Kossay dan Juru Bicara Nasional Ogram Wanimbo.

Selain itu, KNPB meminta sejumlah lembaga bantuan hukum, organisasi kemanusiaan, gereja, serta lembaga pemerhati hak asasi manusia untuk memperhatikan situasi keamanan dan kemanusiaan di Maybrat.

Mereka juga mendesak aparat keamanan untuk membebaskan Yusup Sory yang disebut sebagai warga sipil yang tidak terlibat dalam aktivitas kelompok bersenjata.

Adam Sory menyatakan siap mendatangi Polres Maybrat bersama kuasa hukum untuk meminta klarifikasi atas penyebutan namanya dalam video interogasi yang beredar di masyarakat.

Ia berharap klarifikasi tersebut dapat meluruskan informasi yang berkembang. (cr-10/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: