Fakfak — Panitia Perayaan Paskah dan Pantekosta Tahun 2026 Gereja Kristen Injili (GKI) Imanuel Fakfak menggelar Forum Group Discussion (FGD) tentang sinergitas dan interkonektivitas dalam organisasi gereja, guna mengevaluasi serta memperkuat sistem pelayanan jemaat.

Kegiatan yang berlangsung di gedung Gereja GKI Imanuel Fakfak, Sabtu (4/4/2026) dibuka oleh Ketua Majelis Jemaat GKI Imanuel Fakfak, Pendeta Frangky Paksoal, S.Th.

Dalam arahannya, ia mengajak seluruh peserta terlebih dahulu menaikkan syukur kepada Tuhan karena masih diberi kesempatan untuk berkumpul dan berdiskusi bersama demi kemajuan pelayanan gereja.

“Pertemuan ini bukan sekadar menjalankan program panitia, tetapi menjadi ruang bersama untuk saling mendengar, saling belajar, dan memikirkan masa depan pelayanan gereja yang lebih baik,” ujar Paksoal.

Ia menegaskan gereja sebagai tubuh Kristus memiliki banyak bagian dengan fungsi yang berbeda, namun semuanya saling membutuhkan.

Hal itu, menurutnya, sejalan dengan pesan Alkitab dalam 1 Korintus 12:12–31, yang menggambarkan bahwa setiap anggota tubuh memiliki peran penting dalam kesatuan.

Pendeta Frangky juga mengingatkan dalam pelayanan gereja sering muncul berbagai tantangan, terutama terkait komunikasi dan koordinasi dalam struktur organisasi.

Karena itu, forum diskusi ini diharapkan menjadi sarana untuk menata kembali pola kerja yang lebih efektif dan sinergis.

“Forum ini bukan tempat untuk mencari siapa yang salah atau benar. Ini adalah ruang untuk membangun pemahaman bersama, memperkuat koordinasi, dan merumuskan langkah-langkah pelayanan yang lebih baik,” katanya.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok terarah (FGD) yang dipandu oleh Johanis Toisuta, Koordinator Seksi Acara Panitia Paskah dan Pantekosta GKI Imanuel Fakfak 2026, yang juga bertindak sebagai moderator dan pemateri.

Dalam pemaparannya, Toisuta menjelaskan sinergitas menekankan kerja sama antarindividu, sedangkan interkonektivitas berkaitan dengan keterhubungan dalam sistem dan proses organisasi.

Kedua hal tersebut, menurutnya, sangat penting agar pelayanan gereja dapat berjalan secara efektif.

Peserta diskusi kemudian menyampaikan berbagai pandangan dan pengalaman terkait dinamika pelayanan di jemaat.

Beberapa isu yang mengemuka antara lain kebutuhan pembinaan yang lebih komprehensif bagi majelis dan badan pelayanan, pentingnya komunikasi yang baik antarunsur gereja, hingga perlunya pedoman pelayanan yang jelas.

Selain itu, sejumlah peserta juga menyoroti perlunya evaluasi terhadap sistem pengelolaan organisasi, termasuk penguatan peran masing-masing unsur pelayanan agar tidak terjadi tumpang tindih tugas.

Di akhir diskusi, forum merumuskan beberapa poin kesimpulan. Pertama, perlunya peningkatan ketertiban serta integritas dalam menjalankan sistem dan mekanisme organisasi gereja.

Kedua, pentingnya memperkuat fungsi dan peran setiap unsur pelayanan. Ketiga, perlunya meninjau kembali sistem pengelolaan keuangan gereja sesuai dengan keputusan sidang sinode.

Melalui forum tersebut, diharapkan lahir berbagai rekomendasi yang dapat memperkuat sinergitas dan koordinasi dalam pelayanan gereja.

“Harapannya, melalui diskusi ini kita semakin memahami peran masing-masing dan bersama-sama membangun pelayanan yang lebih baik bagi jemaat dan masyarakat,” kata Toisuta.

FGD tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Panitia Paskah dan Pentakosta GKI Imanuel Fakfak Tahun 2026 yang bertujuan memperkuat persekutuan, pelayanan, dan kesaksian gereja di tengah kehidupan jemaat.

Reporter/Editor: Salmon Teriraun