Fakfak – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat memperketat pengamanan di wilayah perbatasan, khususnya Kabupaten Teluk Bintuni, sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan pergerakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dari wilayah Papua Barat Daya.
Kapolda Papua Barat, Irjen Pol. Alfred Papare, S.I.K, mengatakan langkah tersebut diambil menyusul insiden penyerangan terhadap tenaga kesehatan (nakes) yang diduga dilakukan KKB di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya.
Menurutnya, aparat keamanan tidak ingin kecolongan jika kelompok tersebut mencoba bergerak ke wilayah Papua Barat.
“Karena wilayah Tambrauw berbatasan langsung dengan Papua Barat, kami sudah berkoordinasi dengan Pangdam XVIII/Kasuari untuk memperketat pengamanan, khususnya di wilayah Bintuni,” ujar Alfred Papare kepada wartawan di Fakfak, Minggu (22/3/2026).
Sebagai tindak lanjut, personel Brimob bersama TNI disiagakan di sejumlah titik strategis di kawasan perbatasan Papua Barat Daya dan Papua Barat.
Aparat juga disiapkan untuk melakukan langkah penindakan apabila terdeteksi pergerakan kelompok bersenjata yang melintasi batas wilayah.
Kapolda menegaskan hingga saat ini belum ada laporan mengenai masuknya KKB ke wilayah hukum Polda Papua Barat.
Informasi yang diterima aparat masih berkaitan dengan kontak tembak yang terjadi di wilayah Sori Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
Selain itu, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Papua Barat dilaporkan tetap aman dan kondusif sepanjang Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah. (st/pr)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:
















Tinggalkan Balasan