Fakfak – Pemerintah Kabupaten Fakfak tengah menggagas pengembangan kawasan perkebunan baru untuk komoditas jagung, tebu, dan kelapa sawit sebagai bagian dari upaya diversifikasi ekonomi berbasis agribisnis.
Bupati Fakfak Samaun Dahlan menyampaikan bahwa selain menjadikan Fakfak sebagai sentra perkebunan pala, pihaknya telah merancang dan mensosialisasikan rencana besar pengembangan perkebunan jagung dengan melibatkan investor.
“Investor sudah datang dan saat ini tengah melakukan pengambilan sampel tanah di sejumlah kawasan perbukitan. Untuk jagung, lahan yang dibutuhkan kurang lebih 100 hektare,” ujar Bupati Samaun Dahlan saat memberikan sambutan dalam acara peresmian Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Unit VI Fakfak, Kamis (17/7/2025).
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa rencana ini tidak hanya mencakup jagung, tetapi juga pengembangan sektor tebu dan kelapa sawit. Lokasi-lokasi perkebunan akan disiapkan melalui skema Hak Guna Usaha (HGU) dengan jangka waktu pengelolaan antara 20 hingga 25 tahun.
“Kami telah menyampaikan kepada investor bahwa tanah ini bersifat HGU, dan nantinya akan dikelola bersama selama dua dekade lebih. Keuntungannya akan dibagi secara adil, termasuk kepada para pemilik hak ulayat yang juga akan terlibat langsung dalam proses pengelolaan,” jelas Bupati.
Rencana kerja sama ini, menurut Bupati Samaun, akan segera dipresentasikan secara resmi kepada Gubernur Papua Barat dan jajaran pemerintah provinsi.
“Harapan kami, dengan dukungan penuh dari pemerintah provinsi, Fakfak tidak hanya menjadi penghasil pala, tetapi juga pusat produksi jagung dan komoditas unggulan lainnya,” pungkasnya.
(Reporter/Editor: Salmon Teriraun)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:





Tinggalkan Balasan