Fakfak — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Fakfak, Ny. Nurwidayati Samaun Dahlan, menutup sambutannya dalam acara Penyerahan Hasil Lomba Desain Batik Khas Fakfak 2025 dengan pantun yang menggugah semangat dan kebanggaan akan budaya daerah.

“Jalan-jalan ke Kota Fakfak,
Bertemu dengan gadis cantik.
Jangan lupa budaya Fakfak,
Selamat Hari Jadi Kota Fakfak!”

Pantun tersebut disampaikan di akhir sambutan, disambut tepuk tangan hangat para undangan yang memadati lokasi acara. Gaya khas Nurwidayati yang akrab dan penuh energi mencerminkan semangat Dekranasda Fakfak untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal melalui kreativitas masyarakat.

“Pantun ini bukan sekadar penutup, tetapi ajakan agar kita semua terus mencintai budaya Fakfak,” ujarnya usai acara. “Kita ingin agar batik khas Fakfak menjadi simbol kebanggaan dan identitas daerah.”

Dalam kesempatan tersebut, Nurwidayati juga menyampaikan rasa syukur atas suksesnya lomba desain batik yang berlangsung pada 5–7 November 2025 dan diikuti 63 peserta, sebagian besar putra-putri asli Fakfak.

“Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa melestarikan budaya itu bisa dimulai dari hal sederhana — seperti mengenakan batik khas daerah sendiri,” katanya.

Ia menegaskan bahwa karya terbaik dari lomba ini akan diusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Fakfak agar dapat dijadikan batik resmi yang dipakai oleh ASN, pelajar, maupun organisasi daerah.

“Dengan dukungan semua pihak, batik khas Fakfak bisa dikenal lebih luas dan menjadi bagian dari identitas daerah yang membanggakan,” ujarnya.

Nurwidayati juga memberikan apresiasi tinggi kepada panitia penyelenggara, para dewan juri yang berasal dari Dewan Adat dan pemerhati budaya, serta seluruh peserta yang telah menampilkan karya terbaiknya.

“Awalnya kegiatan ini tidak memiliki anggaran, namun dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari Bapak Bupati serta beberapa kepala OPD, lomba ini bisa terlaksana dengan baik,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini menjadi wadah bagi generasi muda Fakfak untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka. “Kita ingin anak-anak negeri Mbaham Mata punya ruang berekspresi, agar karya mereka bisa menjadi kebanggaan kita semua,” tambahnya.

Pantun penutup yang dibacakan Nurwidayati dinilai menggambarkan jiwa masyarakat Fakfak yang ramah, berbudaya, dan penuh semangat menjaga warisan leluhur.

“Pantun adalah cara khas orang Fakfak mengekspresikan kehangatan dan semangat. Dengan pantun itu, kami ingin menyampaikan pesan cinta dan kebanggaan terhadap daerah,” kata Nurwidayati sambil tersenyum.

Acara penyerahan hasil lomba desain batik ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-125 Kota Fakfak. Hasil penilaian juri dan pengumuman pemenang akan disampaikan pada malam puncak peringatan, 16 November mendatang.

Reporter/Editor: Salmon Teriraun)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: