Saumlaki – Beberapa bulan lalu, masyarakat Tanimbar dihebohkan dengan pemberitaan tentang dugaan perselingkuhan yang melibatkan Moses Serin, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang juga menjabat sebagai Ketua Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di Tanimbar.
Berita yang dipublikasikan oleh PrimaRakyat.com dengan judul “Moses Serin Digrebek Istrinya di Rumah Kontrakan Saumlaki, Kisah Perselingkuhan yang Terungkap”, menjadi bahan perbincangan luas di tengah masyarakat.
Moses Serin digerebek oleh istrinya, Clarcy Nawali Serin, saat sedang bersama seorang wanita lain di sebuah rumah kontrakan di Desa Sifnana, Saumlaki, pada Jumat, 28 Februari 2025.
Kejadian ini dianggap sebagai bukti nyata adanya perselingkuhan yang dilakukan oleh Moses Serin.
Namun, beberapa hari setelah berita tersebut tersebar, Moses Serin dan istrinya mendatangi wartawan PrimaRakyat.com untuk meminta agar berita tersebut dihapus.
Mereka beralasan bahwa publikasi berita itu berdampak buruk terhadap reputasi dan karier Moses Serin sebagai ASN serta Ketua OKP di Tanimbar.
Setelah mempertimbangkan permohonan tersebut, pihak redaksi akhirnya memutuskan untuk menghapus tautan berita itu, dengan pertimbangan bahwa Moses Serin dianggap sebagai bagian dari keluarga wartawan PrimaRakyat.com di Saumlaki.
Keputusan penghapusan berita tersebut ternyata menimbulkan kontroversi baru. Setelah berita dihapus, Moses Serin justru menyatakan kepada salah satu media online bahwa isu perselingkuhan yang menimpanya tidak benar.
Pernyataan ini memicu kebingungan di kalangan masyarakat, terutama karena sebelumnya PrimaRakyat.com telah mempublikasikan bukti-bukti kuat terkait dugaan tersebut.
Menanggapi pernyataan Moses Serin, wartawan PrimaRakyat.com berupaya mengonfirmasi langsung kepadanya. Namun, upaya tersebut berujung pada kegagalan karena Moses Serin terkesan menghindar.
Wartawan media ini mendatangi Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dimama Moses Serin bekerja, sayangnya, bukannya bertemu langsung dengan Moses, wartawan hanya berhasil berkomunikasi dengan salah satu staf administrasi di kantor Perhubungan.
Staf tersebut mencoba menghubungi Moses Serin untuk mengonfirmasi keberadaan wartawan yang ingin menemuinya. Namun, alih-alih muncul untuk memberikan klarifikasi, Moses hanya mengirimkan pesan melalui rekannya bahwa, nanti ia hubungi.
Wartawan media ini terus mencari Moses Serin, hingga ke kediamannya, hanya bertemu dengan saudara kandungnya, yang menyatakan bahwa Moses dan istrinya tidak berada di rumah dan sedang berada di Pelabuhan Feri Saumlaki.
Tidak berhenti di situ, wartawan kemudian menuju Pelabuhan Feri menemui Moses Serin dan Clarcy istri Moses Serin ini saat di pelabuhan terlihat jelas bahwa pintu masuk pelabuhan sementara di kunci atau di gembok.
Sikap Moses Serin yang terus menghindari wartawan semakin menguatkan dugaan bahwa ia berusaha menutupi fakta sebenarnya.
Jika tuduhan perselingkuhan memang tidak benar, semestinya Moses Serin berani memberikan klarifikasi secara terbuka, bukan justru menghindar dari pertanyaan yang diajukan oleh media.
Kasus ini menjadi perhatian publik tidak hanya karena status Moses Serin sebagai ASN dan Ketua OKP, tetapi juga karena transparansi dan tanggung jawab moral seorang figur publik yang seharusnya memberikan contoh baik bagi masyarakat.
Masyarakat Tanimbar kini menunggu apakah Moses Serin akhirnya akan memberikan klarifikasi langsung atau tetap memilih untuk menghindar.
Yang jelas, semakin lama ia bersembunyi, semakin besar pula dugaan bahwa ada sesuatu yang coba ditutupinya. (bn/pr)
















Tinggalkan Balasan