Saumlaki – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Tanimbar dibawa kepemimpinan Penjabat Bupati Pieterson Rangkoratat dinilai lambat menangani banjir rob dan kecelakan laut.

Diketahui beberapa Desa di sebelah barat pulau Yamdena, Kecamatan Wuarlabobar dan Yaru dilanda banjir rob sejak 11 Maret hingga 12 Maret 2024.

Selain itu, terjadi kecelakaan laut 13 Maret 2024 di Desa Wowonda Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, yang hingga saat ini korban belum ditemukan.

“Terkait musibah ini, orang nomor satu di Kabupaten Kepulauan Tanimbar lebih memilih diam,” ujar Ockt Aston salah satu Anggota Pemuda Katolik (PK) Komisariat Cabang (Komcab) Kabupaten Kepulauan Tanimbar kepada media ini di Saumlaki, Sabtu (16/3/2024).

Ia juga menilai, Pj Bupati Kepulauan Tanimbar lebih mementingkan kegiatan lain, ketimbang warga dilanda banjir rob dan kecelakaan laut.

“Seharusnya beliau punya rasa empati terhadap derita yang sedang dialami masyarakat yang terkena bencana baik itu musibah banjir maupun korban kecelakaan laut,” kata Aston.

Kehadiran Pj Bupati KKT, kata Ockt Aston, sangat penting tengah-tengah masyarakat dan memberikan dukungan psikologi, serta semangat bagi para team penyelamat yang sedang berusaha mencari para korban cuaca ekstrem.

“Hari ini kita lihat hadir dan meninjau perkembangan di lapangan adalah Basarnas, Angkatan Laut, Kepolisian, Tokoh Agama dan Tokoh masyarakat seperti bapak Andre Taborat, bapak Gaspers Thiodorus dan antusiasme masyarakat yang peduli terhadap keselamatan para korban,” tandasnya.

Ia berharap Pemerintah Daerah, DPRD KKT punya empati, keprihatinan terhadap derita masyarakat dan segera menanggapi musibah yang terjadi di bumi Duan Lolat ini, semoga para korban dapat ditemukan. (bn/pr)