Fakfak – Lokakarya II Penerjemahan Alkitab ke dalam Bahasa Iha resmi ditutup setelah sebelumnya dibuka oleh Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos, M.AP, yang diwakili Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Kabupaten Fakfak, Arobi Hindom, S.Sos, M.Si. Acara pembukaan berlangsung di Jemaat GPI Papua Imanuel Werba, Fakfak Barat, Senin (10/3/2025) dan berlanjut hingga 28 Maret 2025.

Kegiatan ini diawali dengan ibadah yang dipimpin Pdt. Viona Ubyaan, S.Th dan dihadiri oleh para hamba Tuhan serta jemaat setempat. Lokakarya ini menjadi bagian penting dari upaya menerjemahkan Alkitab ke dalam Bahasa Iha, sebuah bahasa lokal yang digunakan oleh masyarakat di wilayah Fakfak.

Pdt. Dr. Ronald Helweldery, M.Si, selaku Kepala Pengembangan SDM STT GPI Papua, menjelaskan, penerjemah utama dalam proyek ini adalah penutur asli Bahasa Iha. Tiga orang yang aktif terlibat adalah, Penatua John Elvin Hindom (dari Tetar), Penatua Manasye Tuturop (dari Kampung Sum) dan Jordan Komber (dari Kampung Mitimber)

Ketiganya telah terlibat sejak 2023 dan terlatih dalam menggunakan aplikasi penerjemahan serta perangkat teknologi seperti laptop. Sementara itu, Pdt. Dr. Ronald Helweldery dan Pdt. Ria Aploni bertugas memberikan pendampingan teknis, prinsip penafsiran, dan teologi.

Proses penerjemahan ini bersifat partisipatif, melibatkan masyarakat lokal. Setelah selesai, hasilnya akan diuji oleh Pembantu Uji Coba (PUC) dari berbagai kelompok, termasuk pemuda.

Proyek penerjemahan Alkitab ke Bahasa Iha telah melalui beberapa tahap sejak Maret 2023 meliputi, Penelitian bahasa, Penyusunan proposal, Pelatihan pertama di Waisai, Raja Ampat (Februari 2024), Lokakarya I di Sorong Dom (Juli 2024).

Lokakarya II di Fakfak kali ini difokuskan pada penyempurnaan terjemahan, dengan harapan pada 2026 Alkitab Bahasa Iha sudah dapat digunakan.

Contoh Penerjemahan: Lukas 7:23,  Salah satu tantangan dalam penerjemahan adalah menemukan padanan kata yang tepat sambil mempertahankan makna asli. Pdt. Helweldery memberikan contoh Lukas 7:23: Terjemahan Baru LAI (TB-LAI): “Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.”

Teks Yunani: “μακάριος ἐστιν ὃς ἐὰν μὴ σκανδαλισθῇ ἐν ἐμοί.” (Kata “σκανδαλισθῇ” (skandalisthee) secara harfiah berarti “tersandung” atau “kecewa”.

Tim penerjemah memilih pendekatan lebih harfiah dalam Bahasa Iha:

“Kono qotkabrodaweh tomdi ge kohogepteh kotpein ndouskogrik on kan ndin.”  (Terjemahan kembali: “Dan berbahagialah orang yang tidak hati kecewa karena Aku.”)

Pendekatan ini dipilih agar lebih mudah dipahami oleh penutur Bahasa Iha, sekaligus menjaga keakuratan makna teologis.

Kehadiran Alkitab dalam Bahasa Iha diharapkan dapat memperdalam pemahaman Firman Tuhan bagi generasi muda Kristen di Fakfak. Memperkuat iman dan spiritualitas melalui bahasa ibu.  Melestarikan bahasa dan budaya lokal yang mulai tergerus globalisasi.

Lokakarya II Penerjemahan Alkitab Bahasa Iha menjadi langkah strategis dalam memperkaya khazanah rohani masyarakat Fakfak. Dengan kolaborasi antara ahli teologi, penutur asli, dan masyarakat, proyek ini tidak hanya tentang penerjemahan teks suci, tetapi juga penghidupan iman dalam konteks budaya lokal.

Diharapkan, Alkitab Bahasa Iha dapat menjadi berkat besar bagi komunitas Iha, memperkuat identitas mereka sekaligus menghadirkan Firman Tuhan dalam bahasa yang paling dekat dengan hati mereka.  (st/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: