Fakfak — Pemerintah Kabupaten Fakfak resmi menutup rangkaian peringatan Hari Kartini 2026, Kamis (30/4/2026) malam.
Acara yang berlangsung selama lima hari itu dipusatkan di Gedung KONI Fakfak, dan ditandai dengan pemukulan tifa oleh Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik, mewakili Bupati Samaun Dahlan.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Donatus menegaskan peringatan Hari Kartini bukanlah sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum strategis untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini. Semangat itu, kata dia, harus diarahkan pada penguatan kesetaraan dan pemberdayaan perempuan di tanah Papua Barat.
“Semangat Kartini harus terus kita aktualisasikan melalui berbagai kegiatan yang mendorong kreativitas dan peran aktif perempuan di daerah,” ujar Donatus di hadapan para peserta dan tamu undangan.
Pemerintah daerah memberikan apresiasi tinggi kepada Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang turut menyukseskan kegiatan. Menurut Donatus, ajang ini tidak hanya menjadi arena lomba, tetapi juga wahana promosi produk lokal yang potensial dikembangkan secara berkelanjutan.
“Kami mengapresiasi kreativitas pelaku UMKM yang menampilkan kuliner khas Papua. Ini menjadi kekuatan ekonomi lokal yang harus terus didorong dan dilestarikan,” kataya.
Ia juga memotivasi seluruh peserta lomba, baik yang meraih juara maupun belum, untuk terus berkarya. Pemerintah Kabupaten Fakfak, lanjutnya, berkomitmen penuh menjadikan UMKM sebagai salah satu pilar utama perekonomian daerah. “Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis UMKM Fakfak akan semakin maju, mandiri, dan mampu bersaing di tingkat yang lebih luas,” tegas Donatus.
Sementara itu, Penanggung Jawab Peringatan Hari Kartini yang juga Ketua Jaringan Perempuan Perubahan Fakfak (JP2F), Siti Hajar Uswanas, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Ia memberikan penghargaan khusus kepada Tim Penggerak PKK, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), serta Dharma Wanita Persatuan yang dinilainya sebagai motor penggerak utama.
“Untuk pertama kalinya kita dapat berkolaborasi secara bersama dalam menyukseskan peringatan Hari Kartini di Kabupaten Fakfak. Ini adalah kekuatan besar perempuan Fakfak,” ujar Siti.
Ia menjelaskan, selama 26-30 April 2026, panitia menyelenggarakan sedikitnya 11 kegiatan dan lomba, baik di dalam maupun luar Gedung KONI Fakfak. Salah satu yang menjadi sorotan adalah lomba memasak berbasis pangan lokal tanpa penggunaan bahan kemasan seperti minyak, gula, dan tepung pabrikan.
“Kegiatan ini tidak hanya mengasah kreativitas, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pola hidup sehat dan kemandirian pangan berbasis potensi lokal Fakfak,” jelasnya.
Lomba karaoke dan fashion show juga turut memeriahkan acara dengan antusiasme tinggi. Bahagian menariknya, partisipasi laki-laki hadir sebagai bentuk dukungan nyata terhadap semangat emansipasi.
Siti juga menyoroti makna simbolis antara semangat Kartini dan komoditas unggulan daerah, buah pala, yang mencerminkan nilai perjuangan, kemandirian, dan kecintaan terhadap potensi lokal.
Siti mengajak seluruh perempuan Fakfak untuk terus memperkuat persatuan dan meninggalkan sikap egois demi kemajuan bersama. “Perempuan Fakfak berdaya, Kabupaten Fakfak berkembang, Indonesia tetap jaya,” pungkasnya.
Pemukulan tifa oleh Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik menjadi tanda resmi berakhirnya seluruh rangkaian acara.
Peringatan Hari Kartini tahun ini di Fakfak bukan sekadar agenda rutin, melainkan telah menjadi ruang aktualisasi perempuan dalam membangun ekonomi, sosial, dan budaya daerah secara berkelanjutan. (st/pr)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:















Tinggalkan Balasan