Manokwari — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menertibkan aktivitas tambang ilegal yang merusak lingkungan.
“Kita akan tertibkan tambang ilegal. Tidak ada alasan, kami akan bertindak atas nama rakyat,” kata Presiden, seperti dikutip dalam unggahan video TikTok akun @yanmandenas milik Anggota DPR RI Yan Permenas Mandenas.
@yan.mandenas #part1 Waktu dan tempat saya berikan untuk masyarakat di Manokwari untuk memberikan tanggapan dan saran. #manokwari #kunker #gerindra #papua
♬ original sound – Official Account Yan Mandenas – Official Account Yan Mandenas
Dalam video tersebut, Yan Mandenas meninjau salah satu lokasi tambang di Papua Barat bersama Bupati Manokwari, Hermus Indou.
Saat berada di lokasi, Yan mengatakan sebagian pelaku tambang ilegal memilih melarikan diri ke hutan.
“Kalau kita datang, pasti ada alat berat yang digeser ke atas lagi,” ujarnya.
Seorang warga setempat menegaskan bahwa aktivitas tambang tidak boleh dikuasai oleh pendatang.
“Bila perlu, mereka sendiri yang kelola,” katanya.
Menanggapi hal itu, Yan menekankan perlunya pengelolaan tambang melalui pemerintah agar dapat ditata ulang secara legal.
Bupati Hermus Indou juga menolak kehadiran pihak luar yang mencari keuntungan besar dari tambang ilegal.
“Jangan orang lain masuk ke lokasi tambang. Nanti mereka yang dapat untung banyak,” ujarnya.
Menurut Yan Mandenas, meskipun aparat sempat menangkap pelaku di salah satu lokasi tambang ilegal, aktivitas serupa masih marak terjadi. Bupati Hermus menambahkan bahwa praktik tersebut merugikan masyarakat lokal.
“Mereka bayar sedikit kepada masyarakat, kemudian drop alat sebanyak mungkin. Tidak ada pengawasan, masyarakat tidak tahu hasil yang diambil setiap hari,” kata Hermus.
Ia menyoroti dampak serius tambang ilegal terhadap lingkungan, termasuk kerusakan hutan konservasi dan pencemaran air.
“Lingkungan kita mengalami kerusakan luar biasa. Kawasan ini berada di wilayah konservasi,” tegasnya.
Yan Mandenas mengungkapkan, kondisi ini sudah sulit dikendalikan pemerintah daerah.
“Pak Gubernur juga sangat prihatin. Sebagai wakil rakyat Papua dari Partai Gerindra, saya diminta meninjau langsung dan mengawal semangat Presiden Prabowo untuk menutup tambang ilegal,” ujarnya.
Bupati Hermus mengakui, salah satu kendala pemerintah dalam menertibkan tambang ilegal adalah keterlibatan pemodal yang memanfaatkan masyarakat pemilik hak ulayat.
“Mereka membenturkan masyarakat dengan pemerintah dengan alasan kebutuhan hidup. Padahal yang kita inginkan adalah menertibkan dan melegalkan supaya masyarakat juga menikmati hasilnya secara legal,” ujarnya.
Yan Mandenas menegaskan komitmen pengawasan terhadap praktik ini.
“Mereka tahu kita datang, pasti alat berat digeser lagi. Sungai ini sudah dibongkar habis,” katanya. (st/pr)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:















Tinggalkan Balasan