Manokwari — Sekretaris Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) Ferdinand Phiwi, mewakili Gubernur Papua Barat, secara resmi membuka Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) Pemuda Katolik Papua Barat di Valdos Hotel, Manokwari, Sabtu (24/1/2026).

Muskomda merupakan forum musyawarah tertinggi Pemuda Katolik di tingkat provinsi. Agenda ini menjadi ruang evaluasi kepengurusan periode sebelumnya, perumusan arah organisasi ke depan, sekaligus pemilihan Ketua Komisariat Daerah (Komda) Pemuda Katolik Papua Barat yang baru.

Kegiatan Muskomda disusun dalam empat agenda utama sidang pleno, mulai dari penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus, pandangan umum dari komisariat cabang, sidang komisi, hingga pemilihan Ketua Komda Papua Barat.

Ketua Panitia Muskomda Milandar Kaunang mengatakan, masa kepengurusan Pemuda Katolik Papua Barat periode 2022–2025 sejatinya telah berakhir pada Juli 2025. Namun, pelaksanaan Muskomda baru dapat digelar pada Januari 2026 karena sejumlah pertimbangan.

“Menurut pengurus pusat, hal ini masih dalam taraf wajar. Jika tidak wajar, pengurus pusat tentu tidak akan hadir,” ujar Milandar.

Sementara itu, Ketua Komda Pemuda Katolik Papua Barat Yustina Ogoney menegaskan, Muskomda tidak sekadar menjadi forum evaluasi dan pemilihan ketua baru, tetapi juga ruang strategis untuk menentukan arah kebijakan dan perjuangan organisasi.

Ia mengingatkan kader Pemuda Katolik agar tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, melainkan tampil aktif di ruang publik sebagai calon pemimpin masa depan.

“Saya berharap Muskomda ini melahirkan keputusan-keputusan strategis, kepemimpinan yang berintegritas, serta program kerja yang mampu menjawab kebutuhan kader, gereja, dan masyarakat,” kata Yustina.

Dari jajaran Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Reginal R. Capah mengajak seluruh kader memperkuat konsolidasi organisasi agar Pemuda Katolik menjadi motor penggerak perubahan di Papua Barat.

“Periode ini, pengurus pusat mengusung tagline grow further and level up. Mari bergandengan tangan dan melakukan konsolidasi organisasi agar kita memberi dampak nyata bagi kader, gereja, dan Papua Barat,” ujarnya.

Dalam arahannya, Pastor Moderator Pemuda Katolik Papua Barat Pastor Izaak Bame, Pr, menegaskan kembali panggilan misioner kaum muda di tengah tantangan zaman. Ia mengutip pesan Paus Fransiskus bahwa orang muda adalah terang di tengah kegelapan serta penyalur harapan bagi dunia.

Pastor Izaak juga mendorong kader Pemuda Katolik untuk berani bersikap kritis dan menolak segala bentuk ketidakadilan.

“Kalau kamu tidak marah, artinya kamu mendukung kejahatan. Kadang orang harus marah agar orang lain tahu bahwa itu tidak boleh,” tegasnya.

Sementara itu, Ferdinand Phiwi menyatakan Pemerintah Provinsi Papua Barat mendukung penuh Pemuda Katolik sebagai bagian dari mitra strategis pembangunan daerah.

“Pemerintah Provinsi berharap pemuda dapat memberikan solusi, nilai tambah, dan masukan kepada pemerintah sehingga menjadi dasar kebijakan demi kemajuan daerah, khususnya Papua Barat,” ujarnya.

Muskomda Pemuda Katolik Papua Barat diikuti enam Komisariat Cabang, yakni Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Wondama, Teluk Bintuni, Fakfak, dan Kaimana.

Sejumlah tamu undangan turut hadir, antara lain Anggota DPD RI Lamek Dowansiba, unsur Forkopimda Papua Barat, Ketua DPD KNPI Papua Barat Samy Djunire Saiba, Ketua WKRI Papua Barat Angelina Ayu Y. Sugiarty, Kepala Binmas Katolik Kemenag Papua Barat Hugo Rizal W., serta Tenaga Ahli Bupati Manokwari Fabianus Nambu. (jw/pr)