Manokwari — Yustina Ogoney kembali dipercaya memimpin Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Papua Barat untuk periode 2026–2029.

Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) yang digelar di Valdos Hotel, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (24/1/2026).

Muskomda yang menjadi forum musyawarah tertinggi Pemuda Katolik di tingkat provinsi itu dihadiri enam Komisariat Cabang (Komcab), yakni Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Fakfak, dan Kaimana.

Sidang Muskomda dipimpin Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan (OKK) Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Reginal R. Capah.

Dalam forum tersebut, seluruh Komcab menyampaikan pandangan umum sebelum akhirnya secara bulat menyatakan dukungan kepada Ogoney untuk melanjutkan kepemimpinannya.

Usai ditetapkan sebagai ketua, Ogoney menegaskan komitmennya membangun kepengurusan yang lebih solid dengan melibatkan kader-kader muda yang enerjik, aktif, serta mampu merespons dinamika organisasi dan kebutuhan masyarakat.

“Kami akan mengisi struktur kepengurusan tiga tahun ke depan dengan kader-kader muda yang enerjik, aktif, dan responsif,” kata Ogoney.

Ogoney mengatakan, agenda terdekat Pemuda Katolik Komda Papua Barat adalah konsolidasi organisasi di enam kabupaten. Konsolidasi tersebut akan dimulai dari Komcab Manokwari melalui Musyawarah Komisariat Cabang (Muskomcab).

“Agenda terdekat kami adalah melakukan konsolidasi organisasi di enam kabupaten. Kita mulai dari Komcab Manokwari melalui Muskomcab besok,” ujar Ogoney.

Ia menjelaskan, dari enam Komcab yang ada, baru tiga yang masih aktif, sedangkan tiga lainnya belum berjalan optimal. Karena itu, penguatan struktur dan aktivasi organisasi menjadi langkah prioritas.

“Setelah Manokwari, kita lanjutkan ke Fakfak dan Teluk Wondama,” ucapnya.

Selain konsolidasi, Pemuda Katolik Komda Papua Barat juga menjadwalkan agenda rutin organisasi, di antaranya Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda), serta Kursus Kepemimpinan Menengah (KKM) sebagai bagian dari penguatan kapasitas kader.

Untuk agenda eksternal, Ogoney menyatakan pihaknya akan memperkuat kolaborasi dengan organisasi kepemudaan lain, sekaligus mempererat kerja sama dengan organisasi internal Gereja Katolik.

Di sisi lain, Ogoney memastikan Pemuda Katolik tetap mengambil peran dalam merespons berbagai isu sosial yang dinilai memerlukan perhatian bersama.

Pemuda Katolik, kata dia, akan terus menyoroti persoalan penyalahgunaan lem aibon pada anak-anak, pergaulan bebas, perkawinan dini, kecanduan minuman keras, angka putus sekolah, hingga isu perkebunan kelapa sawit.

Sementara itu, Reginal R. Capah berharap dukungan penuh dari seluruh Komcab dapat memperkuat kepemimpinan Ogoney dalam menjalankan agenda organisasi dan membumikan program kerja hingga ke tingkat paling bawah.

“Eksekusi program harus terpublikasi dengan baik dan menyentuh sampai ke akar rumput serta gereja,” kata Reginal.

Ia juga menekankan pentingnya konsolidasi dan pengkaderan sebagai penopang masa depan organisasi. Menurutnya, Pemuda Katolik harus konsisten menjadi organisasi kader yang menyiapkan regenerasi secara terukur.

“Kita adalah organisasi kader, maka harus ada pengkaderan dan regenerasi. Harus disiapkan siapa yang nantinya bisa melanjutkan estafet kepemimpinan Komda Papua Barat,” ujarnya. (jw/pr)