Manokwari — Keterbatasan jaringan internet dan minimnya fasilitas pendidikan masih menjadi persoalan serius di SD Negeri Sibuni, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari. Kondisi tersebut memaksa para siswa menempuh jarak cukup jauh demi memperoleh layanan pendidikan yang memadai.

Kepala SD Negeri Sibuni, Miswanto, mengungkapkan, sekolah yang dipimpinnya kerap mengalami gangguan jaringan internet, terutama saat pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) bagi siswa kelas VI. Akibat koneksi yang tidak stabil, pihak sekolah terpaksa memindahkan pelaksanaan ujian ke sekolah lain yang memiliki akses internet lebih baik.

“Kami terkendala jaringan internet. Untuk kelas enam yang harus mengikuti TKA, karena jaringan di sekolah tidak memadai, terpaksa kami ke sekolah lain yang ada jaringan lebih bagus,” ujar Miswanto, Selasa (25/2/2026).

Menurut dia, sekolah selama ini hanya mengandalkan layanan internet dari program pemerintah. Namun, kualitas jaringan masih sering terputus dan belum mampu menunjang kebutuhan pembelajaran berbasis digital. Persoalan serupa juga dialami sekolah tingkat SMP di wilayah Sibuni.

Selain masalah jaringan, keterbatasan sarana pendidikan lanjutan menjadi tantangan lain. Hingga kini belum tersedia Sekolah Menengah Atas (SMA) di kawasan pesisir setempat. Akibatnya, lulusan SMP harus melanjutkan pendidikan ke daerah lain dengan jarak yang cukup jauh.

Miswanto menyebutkan, sebagian siswa harus menempuh perjalanan sekitar 26 kilometer menuju sekolah tujuan. Jika dihitung pulang pergi, jaraknya bisa mencapai lebih dari 50 kilometer setiap hari. Mereka menggunakan sepeda motor atau menumpang kendaraan, sementara sebagian lainnya memilih tinggal bersama keluarga di daerah tempat sekolah berada.

“Kalau ada SMA di wilayah pesisir ini tentu jangkauan mereka lebih dekat. Anak-anak bisa tetap tinggal bersama orang tua tanpa harus jauh setiap hari,” katanya.

Kondisi jalan yang belum sepenuhnya memadai turut memperberat aktivitas siswa, terutama saat musim hujan. Risiko perjalanan meningkat dan berdampak pada keselamatan serta semangat belajar anak-anak.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, masyarakat setempat tetap berupaya mempertahankan pendidikan bagi anak-anak mereka. Sejak berdiri pada 2018, SD Negeri Sibuni telah meluluskan dua angkatan dan tahun ini akan memasuki kelulusan angkatan ketiga. Selain itu, kini telah tersedia SMP di wilayah tersebut sehingga akses pendidikan tingkat menengah pertama sedikit lebih terbantu.

Pihak sekolah bersama masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pusat dapat memberikan perhatian lebih, terutama melalui pembangunan jaringan internet yang stabil, peningkatan infrastruktur jalan, serta pendirian SMA di kawasan pesisir. Dengan dukungan tersebut, anak-anak di daerah terpencil diharapkan dapat memperoleh hak pendidikan yang setara tanpa harus menghadapi perjalanan jauh setiap hari. (jw/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: