Sorong — Sebanyak 120 wisatawan asal Australia tiba di Bandara Domine Eduard Osok (DEO), Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (28/2/2026).
Kedatangan rombongan dengan penerbangan charter Garuda Indonesia itu menandai semakin nyatanya status bandara tersebut sebagai pintu masuk internasional.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Papua Barat Daya, Yusdi Lamatenggo, menyambut antusias kedatangan wisatawan mancanegara tersebut.
Ia menjelaskan, penerbangan charter ke Sorong sejatinya bukan fenomena baru. Sejak 2014, sejumlah pesawat pribada sudah masuk ke DEO. Namun, kedatangan rombongan kali ini dinilai berbeda karena menggunakan pesawat komersil.
“Momentum ini menjadi istimewa karena tahun lalu Bandara DEO Sorong resmi berstatus bandara internasional. Hari ini ada grup wisatawan dari Australia yang menggunakan Garuda. Ini sedikit berbeda dari charter flight sebelumnya yang umumnya memakai pesawat pribadi,” ujar Yusdi saat ditemui awak media di Sorong.
Rombongan wisatawan asal Negeri Kanguru itu dijadwalkan tidak hanya singgah di Sorong. Mereka akan melanjutkan perjalanan menggunakan kapal wisata untuk menjelajahi sejumlah destinasi unggulan di Papua Barat Daya.
“Mereka dijadwalkan mengunjungi sejumlah lokasi wisata alam, termasuk kawasan Tambrauw dan Raja Ampat, sebelum kembali ke Sorong dan bertolak pulang ke Australia,” ucapnya.
Menurut Yusdi, kehadiran ratusan turis ini menjadi sinyal positif bahwa status internasional Bandara DEO mulai dikenal luas di mancanegara. Ia berharap ke depan tidak hanya penerbangan charter yang masuk, tetapi juga penerbangan reguler langsung dari luar negeri.
“Tahun lalu kami sudah berkoordinasi dengan sejumlah travel agent di luar negeri, seperti dari China, Taiwan, dan Korea. Komunikasi sudah dibuka agar ke depan ada regular flight langsung ke DEO. Bandara internasional semestinya memiliki penerbangan reguler agar bisa menggerakkan ekonomi daerah,” jelasnya.
Ia menambahkan, penerbangan langsung dari luar negeri nantinya tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga membuka peluang di bidang perdagangan dan sektor strategis lainnya yang dapat memanfaatkan akses udara internasional.
“Dengan masuknya charter flight Garuda dari Australia yang membawa cukup banyak wisatawan, mudah-mudahan ke depan terus berlanjut dan semakin meningkat,” pinta Yusdi. (cr-10/pr)
















Tinggalkan Balasan