Sorong – Tim Identifikasi Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sorong Kota melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran rumah yang merenggut nyawa tiga anak di Kelurahan Koferbuk, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (11/3/2026).

Dalam proses penyisiran di antara puing-puing bangunan yang hangus, aparat menemukan serpihan tengkorak, tulang korban, serta sebuah gelang yang masih melingkar di pergelangan tangan salah satu jenazah.

Kasatreskrim Polresta Sorong Kota AKP Afriangga U. Tan memimpin langsung proses olah TKP yang berlangsung sejak pukul 11.28 WIT.

Personel menyisir seluruh bagian rumah yang memiliki dua kamar tidur, ruang tamu, ruang tengah, dan dapur. Fokus pencarian diarahkan pada tiga titik yang diduga menjadi lokasi terakhir para korban sebelum api membesar.

“Kami temukan tulang korban Iren dan juga Pangeran. Olah TKP ini untuk mengumpulkan bukti-bukti serta penyebab kebakaran,” ujar Afriangga di lokasi kejadian.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 01.30 WIT dan merenggut nyawa Iren Latuharhary (14), Pangeran Latuharhary (6), serta Anthon Patiran (1).

Ketiganya ditemukan di ruangan berbeda; Anthon diduga di ruang tengah, Pangeran di kamar depan, dan Iren di kamar belakang.

Sementara itu, dua anak lainnya, Immanuel Latuharhary (5) dan Diran Latuharhary (4), berhasil menyelamatkan diri. Kedua orang tua korban dilaporkan tidak berada di rumah saat kebakaran terjadi.

Proses pemadaman sempat terkendala akses menuju lokasi yang berada di belakang permukiman, menanjak, dan hanya dapat dilalui jalan setapak. Akibatnya, armada pemadam kebakaran kesulitan menjangkau titik api secara cepat. “Warga berusaha memadamkan api secara manual, tetapi api terlanjur besar,” kata Ketua RT 01/RW 05 Kelurahan Koferbuk, Ruben Isir, saat ditemui di kamar jenazah RSUD Sele Be Solu.

Hingga kini, kepolisian masih mendalami penyebab kebakaran melalui pemeriksaan saksi dan analisis barang bukti dari hasil olah TKP. (cr-10/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: