Fakfak – Pendeta F.D. Maspaitella, S.Si., M.M. mengingatkan jemaat agar tidak menyerah ketika menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Pesan tersebut disampaikan dalam khotbah pada Ibadah Minggu Sengsara Tuhan Yesus ke-V di Gereja Kristen Injili (GKI) Imanuel Fakfak, Minggu (15/3/2026) pukul 06.00 WIT.
Dalam khotbah yang mengangkat tema “Tetap Setia Saat Iman Diuji” dari bacaan Alkitab Markus 14:25–31.
Maspaitella menegaskan perjalanan iman tidak selalu berjalan mudah. Menurut dia, setiap orang percaya pasti akan mengalami masa-masa ketika iman diuji oleh berbagai pergumulan hidup.
“Dalam kehidupan ada saat ketika iman kita terasa kuat, tetapi ada juga masa ketika masalah datang, tekanan hidup terasa berat, dan doa-doa kita seakan belum terjawab. Pada saat seperti itulah kesetiaan kita kepada Tuhan diuji,” ujar Maspaitela di hadapan jemaat.
Ia menjelaskan perikop Alkitab tersebut menggambarkan percakapan Yesus dengan murid-murid-Nya setelah Perjamuan Terakhir, sebelum menuju Bukit Zaitun.
Pada saat itu Yesus menyampaikan, iman para murid akan tergoncang ketika Ia ditangkap, sebagaimana tertulis dalam nubuat Zakaria 13:7 tentang gembala yang dipukul sehingga domba-domba tercerai-berai.
Maspaitella juga menyinggung sikap Petrus yang dengan penuh keyakinan menyatakan tidak akan meninggalkan Yesus. Namun Yesus justru menubuatkan Petrus akan menyangkal-Nya tiga kali sebelum ayam berkokok.
“Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa manusia sering kali merasa dirinya kuat sebelum menghadapi ujian yang sebenarnya. Karena itu iman tidak boleh dibangun di atas kekuatan diri sendiri, tetapi harus bersandar pada kasih karunia Tuhan,” katanya.
Menurut Maspaitela, firman Tuhan tersebut sangat relevan dengan kehidupan umat saat ini. Ia mengajak jemaat untuk tetap setia kepada Tuhan ketika menghadapi konflik keluarga, tekanan ekonomi, sakit penyakit, maupun pergumulan hidup lainnya.
“Jika Petrus yang pernah jatuh saja dapat dipulihkan oleh Tuhan, maka setiap orang juga memiliki kesempatan yang sama. Tuhan tidak mencari manusia yang sempurna, tetapi mereka yang mau kembali kepada-Nya,” ujarnya.
Ia menambahkan, masa sengsara menjelang Paskah menjadi waktu bagi umat untuk merenungkan penderitaan Yesus sekaligus memperkuat iman.
“Ketika iman kita diuji dan langkah terasa berat, ingatlah bahwa Yesus telah berjalan lebih dahulu di jalan penderitaan itu. Karena itu jangan menyerah, tetaplah setia kepada Tuhan,” kata Maspaitela. (st/pr)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:
















Tinggalkan Balasan