Maybrat — Aparat TNI mengevakuasi puluhan warga dari Dusun Topo, Kampung Ainesra, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, setelah mereka dilaporkan mengungsi ke hutan akibat ancaman pemalakan oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM). Warga disebut dipaksa membayar uang hingga Rp200.000 per kepala keluarga.
Kepala Penerangan Koops TNI Papua, Wirya, mengatakan sebagian warga memilih melarikan diri ke hutan karena tidak mampu memenuhi permintaan uang tersebut.
Kondisi itu membuat mereka hidup dalam keterbatasan tanpa akses pangan, layanan kesehatan, maupun perlindungan yang memadai.
“Warga banyak yang kabur ke hutan, dan ada juga yang masih bertahan di sana untuk mengungsi,” kata Wirya, Jumat (20/3/2026).
Menindaklanjuti laporan masyarakat, TNI bersama pemerintah daerah dan tokoh masyarakat melakukan operasi evakuasi. Sebanyak 21 warga berhasil dibawa keluar dari lokasi pengungsian dan dipindahkan ke Pos Komando Taktis untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum ditempatkan sementara di Distrik Aifat.
“Setelah laporan dari warga, pemerintah daerah meminta bantuan satgas untuk pengamanan evakuasi,” ujar Wirya.
Sebagian warga yang dievakuasi diketahui berasal dari Kabupaten Teluk Bintuni dan masih menunggu proses pemulangan ke daerah asal. Aparat menyebut wilayah pedalaman Maybrat masih rawan gangguan kelompok bersenjata, sehingga pengamanan terus diperkuat untuk menjamin keselamatan masyarakat. (tim)
















Tinggalkan Balasan