Maybrat — Pemerintah Kabupaten Maybrat bersama jajaran TNI dan Polri menggelar rapat koordinasi guna merumuskan langkah-lanjutan pascainsiden penyerangan terhadap prajurit Marinir di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Papua Barat Daya.
Rapat ini menjadi titik krusial dalam upaya pemulihan stabilitas keamanan dan penegakan hukum di wilayah tersebut.
Bupati Maybrat, Karel Murafer, menyatakan rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya bersama Gubernur Papua Barat Daya serta unsur TNI-Polri di tingkat provinsi.
Pertemuan digelar untuk menyikapi insiden tragis yang mengakibatkan dua prajurit Marinir gugur dan satu lainnya mengalami luka berat saat menjalankan tugas.
“Pemerintah daerah bersama aparat keamanan telah mengambil langkah awal terkait penanganan insiden penyerangan terhadap satgas Marinir yang bertugas di wilayah Maybrat,” ujar Karel dalam keterangannya, Selasa (24/3/2026).
Karel menjelaskan rapat koordinasi difokuskan pada penyusunan langkah-langkah strategis.
Dua prioritas utama yang dihasilkan adalah penguatan pengamanan di wilayah rawan serta penanganan komprehensif terhadap korban.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan segera menyalurkan bantuan bahan makanan kepada masyarakat terdampak di Kampung Sori sebagai bagian dari upaya pemulihan pascainsiden.
“Kami akan turun langsung menemui masyarakat dan memastikan kebutuhan mereka terpenuhi, serta memberikan rasa aman,” tegasnya.
Dalam upaya menjaga stabilitas jangka panjang, Pemkab Maybrat bersama TNI dan Polri juga berencana menggelar pertemuan lanjutan dengan tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat di Distrik Aifat Selatan.
Menurut Karel, pendekatan kultural ini penting untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Kami akan melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif,” katanya.
Bupati menegaskan bahwa kehadiran aparat TNI dan Polri di wilayah tersebut merupakan bagian integral dari upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat. Ia juga meminta aparat keamanan untuk mengejar para pelaku penyerangan serta mengamankan kembali senjata milik prajurit yang sempat dibawa kabur.
Di tengah situasi yang masih dalam proses penanganan, Karel mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan menjamin situasi tetap terkendali.
“Kami akan turun langsung menemui masyarakat dan memastikan kebutuhan mereka terpenuhi, serta memberikan rasa aman,” pungkasnya. (red)
















Tinggalkan Balasan