
Fakfak – Pemerintah Kabupaten Fakfak menggelar kegiatan halal bihalal bersama pengurus Peringatan Hari-Hari Besar Islam (PHBI), unsur TNI–Polri, organisasi keagamaan, organisasi masyarakat, serta masyarakat setempat dalam suasana Idul Fitri 1447 Hijriah di gedung Koni Kabupaten Fakfak, Selasa (24/3/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Kembali ke Fitrah Mempererat Ukhuwah dalam Harmoni dan Keragaman untuk Fakfak Membara (Membangun Bersama Rakyat)” tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi serta memperkuat persatuan masyarakat di tengah keberagaman.
Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada seluruh masyarakat sekaligus memohon maaf atas segala kekhilafan selama menjalankan tugas pemerintahan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
“Dalam suasana bulan Syawal yang penuh berkah ini, saya atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Fakfak mengucapkan taqabbalallahu minna wa minkum. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ujar Samaun.
Menurutnya, halal bihalal merupakan tradisi khas bangsa Indonesia yang sarat dengan nilai persaudaraan dan saling memaafkan.
Ia menilai kegiatan tersebut juga menjadi sarana penting untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat lintas suku, agama, dan profesi.
Samaun juga mengungkapkan gagasan pemerintah daerah untuk mendorong program donasi sukarela bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Fakfak guna membantu pembangunan rumah ibadah lintas agama. Ia menjelaskan bahwa program tersebut merupakan upaya menerjemahkan nilai kearifan lokal satu tungku tiga batu yang menjadi simbol kerukunan masyarakat Fakfak.
Ia mencontohkan, apabila setiap ASN secara sukarela menyumbangkan Rp50.000 setiap bulan, maka dana yang terkumpul dapat digunakan untuk mendukung pembangunan masjid, gereja, maupun kegiatan keagamaan lainnya. Menurutnya, program tersebut masih akan dibahas lebih lanjut agar tidak menimbulkan persoalan administratif maupun hukum.
Selain itu, Bupati Fakfak juga menyinggung upaya pemerintah daerah dalam mendorong masuknya investasi guna mempercepat pembangunan dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Ia menyebut salah satu proyek yang tengah didorong adalah pengembangan kawasan Ubadari yang diperkirakan mampu menyerap hingga sekitar 3.500 tenaga kerja.
Setelah sambutan bupati, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Fakfak, Ali Hindom, menegaskan bahwa daerah tersebut dikenal sebagai salah satu contoh kuat kerukunan umat beragama di Indonesia.
Menurutnya, masyarakat Fakfak memiliki kearifan lokal melalui filosofi satu tungku tiga batu, yang melambangkan persaudaraan masyarakat berbeda agama dalam satu keluarga besar.
Ali juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, TNI, dan Polri yang telah menjaga stabilitas keamanan selama bulan Ramadan hingga perayaan Idul Fitri sehingga seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung aman dan tertib.
“Mulai dari awal Ramadan hingga Idul Fitri, semuanya berjalan aman dan lancar. Ini menunjukkan bahwa kerukunan umat beragama di Fakfak benar-benar terjaga,” kata Ali.
Ia menambahkan bahwa kegiatan halal bihalal yang melibatkan tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, hingga Hindu merupakan simbol kuat persatuan masyarakat Fakfak.
Menurutnya, tradisi saling menghormati tersebut telah menjadi budaya yang diwariskan oleh para leluhur dan perlu terus dijaga oleh generasi saat ini.
Sementara itu, Ketua PHBI Kabupaten Fakfak, Mohjak Rengen, dalam laporannya menjelaskan kegiatan halal bihalal merupakan bagian dari rangkaian perayaan Ramadan, takbiran, hingga Idul Fitri yang dilaksanakan berdasarkan kesepakatan bersama pemerintah daerah pada 17 Maret 2026.
Ia mengatakan pelaksanaan kegiatan tersebut didukung bantuan dana dari Bupati Fakfak sebesar Rp150 juta serta kontribusi sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).
Menurutnya, dukungan berbagai pihak tersebut menunjukkan kuatnya komitmen kebersamaan dalam menjaga harmoni masyarakat Fakfak.
“Halal bihalal ini menjadi momentum untuk menyatukan seluruh umat di Kabupaten Fakfak, sekaligus memperbaiki hubungan antarsesama dan memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Mohjak.
Ia menambahkan kegiatan tersebut juga bertujuan memperkuat nilai toleransi antarumat beragama yang selama ini menjadi identitas masyarakat Fakfak, sejalan dengan filosofi satu tungku tiga batu yang menjadi simbol persaudaraan lintas agama di daerah tersebut.
Acara halal bihalal diawali dengan Gema Alunan Takbir, yang dilanjutkan pembacaan ayat suci Alquran, yang menambah khidmat suasana kegiatan yang dihadiri berbagai unsur masyarakat lintas agama.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan hikmah halal bihalal yang disampaikan Ustaz Djumroni yang mengajak masyarakat menjadikan momentum Idul Fitri sebagai kesempatan untuk membersihkan hati, memperkuat persaudaraan, serta menjaga nilai toleransi di tengah kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap semangat saling memaafkan dan kebersamaan dapat terus terpelihara sehingga masyarakat Fakfak tetap hidup rukun dan harmonis dalam keberagaman. (salmon teriraun)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:
















Tinggalkan Balasan