
Bintuni — Aksi pemalangan dilakukan Kepala Kampung Nusei bersama sejumlah warga di Distrik Babo, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, terhadap aktivitas perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, Kamis (26/3/2026).
Aksi ini dipicu kekecewaan masyarakat terkait minimnya penyerapan tenaga kerja lokal dalam proyek yang berjalan di wilayah mereka.
Dalam unggahan yang beredar di media sosial, warga menyebutkan dari enam kampung di Distrik Babo hanya enam orang tenaga kerja lokal yang diterima bekerja.
Sementara itu, perusahaan disebut membawa ratusan pekerja dari luar daerah, seperti Sorong dan Fakfak.
“Kami tidak menolak investasi, tetapi kami menolak menjadi asing di tanah sendiri,” demikian pernyataan yang disampaikan dalam unggahan tersebut.
Warga juga menuntut adanya transparansi dalam proses rekrutmen serta keadilan bagi pemuda-pemudi di Distrik Babo agar mendapat kesempatan kerja yang lebih besar.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, pihak perusahaan, serta lembaga terkait seperti SKK Migas dapat turun tangan untuk memfasilitasi dialog guna mencari solusi terbaik.
Mereka menegaskan bahwa pemanfaatan sumber daya alam di wilayah tersebut seharusnya juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun pemerintah daerah terkait tuntutan masyarakat tersebut.
Warga berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan melalui komunikasi yang terbuka dan adil. (st/pr)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:
















Tinggalkan Balasan