Ambon – Harga komoditas cabai di sejumlah pasar tradisional Kota Ambon mengalami lonjakan signifikan pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Berdasarkan hasil pemantauan, harga cabai rawit kini berada di kisaran Rp150.000 hingga Rp200.000 per kilogram, angka yang mengejutkan para konsumen setelah sempat stabil di masa Ramadan dan Lebaran.

Seorang warga bernama Rany mengaku terkejut dengan kenaikan harga yang terjadi secara drastis dalam beberapa hari terakhir.

“Waktu masa puasa sampai Lebaran harganya masih di kisaran Rp75.000 per kilogram. Namun dalam beberapa hari terakhir naik drastis,” keluhnya saat ditemui di lokasi, Kamis (26/3/2026).

Variasi harga tercatat berbeda antar lokasi. Di Pasar Tradisional Passo, cabai dibanderol Rp150.000 hingga Rp175.000 per kilogram, sementara di Pasar Mardika, harganya melonjak lebih tinggi, yakni mencapai Rp175.000 hingga Rp200.000 per kilogram.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Ilham Tauda, membenarkan adanya anomali harga tersebut.

Menurutnya, lonjakan harga dipengaruhi oleh faktor iklim dan kondisi luas tanam yang tidak stabil.

“Selain pengaruh cuaca, tahun 2026 ini kami tidak lagi mendapat dukungan anggaran dari APBN seperti pada tahun 2025 lalu. Hal ini berdampak pada luasan tanam yang tidak normal, meskipun sebenarnya pasokan dari sentra produksi masih tergolong lancar,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Achmad Jais Elly, menegaskan Tim Satgas Pangan terus melakukan pengawasan intensif guna mencegah adanya praktik spekulasi harga di tingkat pedagang.

“Tim kami selalu ada di lapangan, baik di pasar tradisional maupun gerai ritel modern di Ambon. Kami memantau setiap waktu agar tidak ada pihak yang sengaja menarik untung berlebihan di tengah situasi ini,” tegasnya.

Adapun pasokan cabai selama ini didatangkan dari daerah penyangga seperti Pulau Buru, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, dan Kecamatan Leihitu. (at/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: