Jakarta – Pemerintah memastikan hingga saat ini belum memiliki rencana untuk membatasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) di tengah fluktuasi harga minyak dunia yang mencapai 106 dolar AS per barel.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, kebijakan subsidi BBM masih tetap sama dan belum ada perubahan.

“Artinya belum ada kenaikan untuk subsidi (BBM). Masih tetap sama,” ujar Bahlil di Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Meski demikian, pemerintah akan terus memantau perkembangan kondisi global yang dinamis secara mingguan maupun bulanan.

Menurut Bahlil, langkah antisipatif diperlukan karena perubahan harga minyak dunia dapat terjadi dengan sangat cepat.

“Itu nanti kita lihat. Makanya dinamika ini kan kita akan ikuti. Ini cepat sekali dinamikanya. Bisa per minggu, bisa per bulan,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah memastikan ketersediaan stok BBM tetap aman dan dapat terpenuhi di seluruh wilayah Indonesia.

Hal tersebut menjadi fokus utama dalam menjaga stabilitas distribusi energi nasional.

“Yang penting bagi kita adalah bagaimana memastikan bahwa stok untuk BBM semuanya bisa clear,” tegas Bahlil. (bn/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: