Fakfak — Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Fakfak menyoroti sejumlah Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayah distrik yang tidak lagi berfungsi meskipun bangunannya masih ada.

Kondisi ini dinilai menghambat pelayanan kesehatan bagi masyarakat di kampung-kampung terpencil.

Ketua DPRK Fakfak Jalur Otonomi Khusus, Domianus Tuturop, mengatakan beberapa Pustu bahkan sudah tidak digunakan selama lebih dari satu dekade karena tidak adanya tenaga medis yang ditempatkan. Salah satu contohnya terdapat di Kampung Tawar dan Werfra.

“Di Werfra dan Tawar itu Pustu sudah tidak digunakan sekitar 10 sampai 15 tahun. Bahkan yang di Tenehmur itu sudah sekitar 15 tahun dibiarkan begitu saja karena tidak ada petugas medis,” ujar Domianus usai rapat dengar pendapat (RDP) DPRK Fakfak bersama Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) di Gedung Sidang DPRK Fakfak, Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, pembangunan fasilitas kesehatan seharusnya diikuti dengan penempatan tenaga medis agar dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Tanpa tenaga kesehatan, bangunan Puskesmas maupun Pustu tidak memberikan manfaat bagi warga.

Ia menilai penempatan tenaga medis dan pengoperasian fasilitas kesehatan di distrik harus menjadi prioritas pemerintah daerah. (st/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: