Fakfak — Taekwondo Indonesia (TI) Provinsi Papua Barat menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) DAN/Poom Kukkiwon bagi para sabuk hitam 28 Maret 2026 lalu.

Kegiatan ini diikuti 39 peserta dari Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya sebagai bagian dari proses peningkatan kualitas atlet dan pelatih taekwondo.

Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) Taekwondo Indonesia Fakfak, Kompol Henderjetha H. Yassu, S.H mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi setiap praktisi taekwondo, khususnya di Kabupaten Fakfak.

Melalui ujian ini, kemampuan teknik, kedisiplinan, serta semangat juang para peserta dievaluasi untuk memastikan kesiapan mereka menjadi pelatih yang profesional.

“UKT DAN Kukkiwon ini bukan hanya peningkatan tingkat sabuk, tetapi juga bagian dari upaya membentuk pelatih yang profesional dalam memajukan olahraga bela diri taekwondo di Kabupaten Fakfak,” ujar Henderjetha.

Penguji dari Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Master Beny Handoyo Purbo (DAN VII Kukkiwon), menjelaskan bahwa materi ujian meliputi poomsae wajib dan pilihan, gerakan dasar (basic poomsae), sparring, pemecahan papan (kyukpa), hingga materi teori.

Dalam kegiatan tersebut, Pengkab TI Fakfak mengirimkan lima peserta yang merupakan pelatih dan senior untuk mengikuti ujian DAN Kukkiwon. Mereka adalah Sabeum Laurensia dan Sabeum Dani (DAN I), Sabeum Dindha Arimby (DAN II), serta Sabeum Nim Rizal Rusli, SH dan Sabeum Nim Iksal Fabanyo (DAN III).

Henderjetha menyampaikan, seluruh peserta dari Fakfak dinyatakan lulus dalam Ujian DAN Kukkiwon setelah melalui proses latihan dan persiapan yang intensif. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan UKT tersebut merupakan bagian dari program kerja Pengkab TI Fakfak yang akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Kami berharap melalui program ini akan lahir pelatih-pelatih yang profesional dan bertanggung jawab, sehingga mampu mencetak atlet taekwondo berprestasi dari Kabupaten Fakfak,” kata dia. (tim)