Fakfak — Suasana khidmat menyambut peringatan Jumat Agung tampak di bagian depan pintu masuk Gereja Kristen Injili Imanuel Fakfak.
Dekorasi bernuansa liturgi dengan simbol salib dan rangkaian bunga dipasang untuk menyambut umat yang akan mengikuti ibadah mengenang sengsara dan wafat Yesus Kristus.
Salib yang ditempatkan di tengah dekorasi menjadi pusat perhatian. Salib tersebut dihiasi kain putih yang menjuntai, sementara latar belakang tirai gelap dipenuhi lampu-lampu kecil yang memancarkan cahaya lembut.
Perpaduan kain merah dan putih yang membentang di bagian atas dekorasi semakin menegaskan nuansa reflektif menjelang ibadah Jumat Agung.
Di sisi kiri dan kanan dekorasi, panitia menempatkan rangkaian bunga di atas penyangga putih sebagai pelengkap. Penataan tersebut tidak hanya memperindah area depan gereja, tetapi juga menghadirkan suasana hening yang mengajak umat memasuki masa permenungan sebelum mengikuti rangkaian ibadah.
Ketua Majelis Jemaat Pendeta Frangky Paksoal, S.Th mengatakan, dekorasi yang dipasang di pintu masuk gereja menjadi bagian dari upaya gereja menghadirkan suasana rohani bagi jemaat yang datang beribadah.
“Dekorasi ini diharapkan membantu jemaat memasuki suasana permenungan Jumat Agung, mengingat kembali pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib sebagai wujud kasih Allah bagi manusia,” ujarnya.
Ia menambahkan, Jumat Agung merupakan momentum penting bagi umat Kristen untuk merenungkan makna pengorbanan dan keselamatan yang diberikan melalui sengsara dan wafat Yesus Kristus.
Karena itu, jemaat diajak mengikuti ibadah dengan sikap hening, penuh penghayatan, dan iman yang diperbarui menjelang perayaan Paskah. (salmon teriraun)
















Tinggalkan Balasan