Fakfak — Menyambut perayaan Paskah 2026, Panitia Perayaan Paskah dan Pentakosta Jemaat Gereja Kristen Injili (GKI) Imanuel Fakfak menggelar kegiatan Semalam Suntuk Paskah, Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 4–5 April 2026.

Kegiatan yang berlangsung di dalam Gedung Gereja GKI Imanuel Fakfak ini diikuti oleh berbagai unsur jemaat dan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan serta semangat iman.

Sejak pukul 20.00 WIT, jemaat mulai memenuhi bangku-bangku gereja untuk mengikuti rangkaian kegiatan rohani yang dipusatkan di depan mimbar.

Suasana ibadah tampak semarak dengan dekorasi altar yang menampilkan simbol Alkitab terbuka dan salib, serta layar proyektor yang menampilkan soal-soal perlombaan.

Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh Koordinator Seksi Acara, Johanis Toisuta, yang memimpin jalannya perlombaan sekaligus mengarahkan peserta pada setiap babak kegiatan.

Dalam kegiatan ini, panitia menggelar lomba rohani bertajuk Berpacu dalam Kidung yang terdiri dari lima babak, yakni Rangkaian Nada, Pelangi Antar Kidung, Kenangan Masa, Bursa Nada, dan Sekilas Wajah.

Pada setiap babak, peserta diuji kemampuan mereka mengenali dan menyebutkan judul lagu rohani berdasarkan iringan musik, potongan lirik, maupun petunjuk tertentu yang diberikan oleh pemandu acara.

Selain itu, kegiatan juga diisi dengan sesi Pesona Alkitab yang terdiri dari tiga babak, yaitu Rangkaian Kata, Pelangi Antar Alkitab, dan Tebak Kata.

Dalam sesi ini, peserta diajak mengingat dan melengkapi ayat-ayat Alkitab, mengenali asal kitab dan pasal dari ayat yang dibacakan, serta menebak kata-kata yang berkaitan dengan isi Alkitab melalui permainan interaktif.

Peserta kegiatan berasal dari berbagai kelompok pelayanan dalam jemaat, antara lain kelompok warga jemaat, majelis jemaat dari rayon Kalvari, Efata, Galilea, dan Rehobot, serta unsur badan pelayanan seperti PKB (Persekutuan Kaum Bapa), PW (Persekutuan Wanita), PAM (Persekutuan Anggota Muda), dan PAR (Persekutuan Anak dan Remaja).

Keterlibatan berbagai unsur jemaat tersebut menjadikan suasana kegiatan berlangsung meriah namun tetap sarat dengan nilai-nilai rohani.

Johanis Toisuta menjelaskan, kegiatan semalam suntuk ini bertujuan mempererat kebersamaan jemaat sekaligus meningkatkan pemahaman terhadap firman Tuhan serta lagu-lagu rohani yang sering dinyanyikan dalam kehidupan bergereja.

Melalui kegiatan ini, jemaat diharapkan semakin mencintai Alkitab serta menghidupi nilai-nilai iman dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah rangkaian kegiatan semalam suntuk, jemaat akan melanjutkan dengan Pawai Fajar Paskah pada Minggu dini hari mulai pukul 04.00 hingga 05.30 WIT.

Pawai tersebut mengambil rute dari depan Gereja GKI Imanuel Fakfak, melewati sejumlah ruas jalan utama di Kota Fakfak, sebelum kembali ke gereja sebagai titik akhir.

Rangkaian perayaan kemudian ditutup dengan Ibadah Paskah pada pukul 06.00 WIT di Gedung Gereja GKI Imanuel Fakfak.

Ibadah tersebut menjadi puncak perayaan kebangkitan Yesus Kristus sekaligus momentum bagi jemaat untuk memperbarui iman dan kehidupan dalam terang kebangkitan Tuhan.

Sementara Ketua Panitia, Petrus Lomo menambahkan, melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, panitia berharap semangat Paskah tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bagi jemaat untuk terus hidup dalam kasih, pengharapan, dan pembaruan iman.

“Kiranya perayaan Paskah ini semakin meneguhkan iman jemaat dan mempererat persaudaraan dalam kehidupan bergereja,” ungkap Toisuta.

Reporter/Editor: Salmon Teriraun