Fakfak — Bupati Fakfak Samaun Dahlan menargetkan Bandara Siboru di Kabupaten Fakfak dapat didarati pesawat berbadan lebar jenis Boeing pada tahun 2028.

Target tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas daerah sekaligus mendukung masuknya investasi ke Fakfak.

Dalam sambutannya pada acara Halal Bihalal 1447 Hijriah/2026 Masehi keluarga besar Santun Membara di Aula Santo Yosep, Fakfak, Minggu (12/4/2026) malam,

Bupati Samaun menyampaikan pemerintah daerah tengah mendorong perpanjangan landasan pacu Bandara Siboru agar mampu melayani pesawat berbadan besar.

“Saya ingin dalam masa kepemimpinan saya bersama Wakil Bupati Bapak Donatus Nimbitkendik, sebelum berakhir, Bandara Siboru sudah bisa didarati pesawat berbadan lebar Boeing,” ujar Bupati Samaun.

Menurutnya, rencana pengembangan bandara tersebut telah dibahas dalam pertemuan bersama Komisi V DPR RI.

Ia juga menyampaikan, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp400 miliar untuk mendukung proyek perpanjangan landasan Bandara Siboru.

Saat ini panjang landasan Bandara Siboru sekitar 1.600 meter. Pemerintah menargetkan penambahan sekitar 600 meter sehingga total panjang landasan mencapai kurang lebih 2.200 meter.

“Kalau sudah 2.200 meter, pesawat Boeing sudah bisa masuk ke Fakfak. Target saya pada 2028, insyaallah jika semua berjalan lancar, pesawat berbadan lebar sudah bisa mendarat di Fakfak,” katanya.

Samaun menambahkan, pengembangan Bandara Siboru menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan percepatan investasi di daerah. (st/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: