Manokwari – Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Barnabas Dowansiba. M.Pd, memastikan program beasiswa pemerintah provinsi tahun ini mengalami peningkatan nilai bantuan menjadi Rp10 juta per mahasiswa.

Program tersebut juga dipastikan berlaku untuk seluruh mahasiswa Papua tanpa dibatasi oleh jurusan tertentu.

Kebijakan itu disampaikan Dowansiba saat memberikan keterangan terkait program beasiswa daerah yang kini tengah disiapkan melalui penyusunan standar operasional prosedur (SOP) terbaru.

Ia menegaskan, beasiswa tidak lagi difokuskan pada bidang tertentu seperti kedokteran, melainkan terbuka bagi semua disiplin ilmu dengan syarat akademik yang telah ditentukan.

“Beasiswa ini berlaku untuk semua mahasiswa. Tahun ini nilainya Rp10 juta dan didistribusikan ke seluruh kabupaten,” ujar Dowansiba.

Ia menjelaskan, mahasiswa yang sebelumnya menerima bantuan lebih kecil dari pemerintah kabupaten dapat dialihkan pembiayaannya ke pemerintah provinsi agar memperoleh nilai maksimal. Dengan skema ini, bantuan yang semula diterima sebesar Rp7 juta, misalnya, dapat ditingkatkan menjadi Rp10 juta melalui program provinsi.

Menurut Dowansiba, penyusunan SOP penyelenggaraan beasiswa telah rampung dan kini tinggal menunggu laporan resmi kepada gubernur sebelum diumumkan secara luas kepada publik. SOP tersebut nantinya akan dipublikasikan melalui laman resmi Dinas Pendidikan serta berbagai kanal informasi lainnya.

“Tujuan SOP ini untuk memberikan kepastian prosedur, sehingga mahasiswa tidak lagi bingung dalam proses pengajuan,” katanya.

Dalam mekanisme baru, proses pendaftaran dilakukan secara daring dengan melampirkan dokumen administrasi seperti KTP dan kartu keluarga. Persyaratan ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa penerima merupakan putra-putri asli Papua. Selain itu, mahasiswa juga diwajibkan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75.

Pemerintah Provinsi Papua Barat juga menutup proses pengajuan lama yang belum terselesaikan guna menata kembali sistem pengelolaan beasiswa agar lebih tertib dan mudah dikontrol.

Dowansiba optimistis kebijakan ini akan memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Papua sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. Pembukaan pendaftaran beasiswa dijadwalkan dimulai dalam waktu dekat setelah mendapat persetujuan gubernur. (jw/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: