Ambon — Hanya dalam waktu kurang dari 24 jam, aparat Kepolisian Resor Maluku Tenggara berhasil mengungkap kasus penganiayaan berujung maut yang menewaskan seorang pemuda.
Tiga orang pelaku diamankan, sementara situasi di wilayah Kei Besar dinyatakan kondusif pasca insiden pembakaran rumah warga yang dipicu emosi massa.
Korban diketahui bernama Deizen Berty Lutur (29), warga setempat, yang ditemukan tewas dengan luka tusuk di leher kiri akibat senjata tajam berupa gunting.
Peristiwa itu terjadi, Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 09.30 WIT di Jalan Bukit Indah (Ave Maria), Ohoi Bombay, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara.
Berdasarkan laporan kepolisian, korban saat itu tengah berboncengan dengan saksi, Imanuel Lutur, mengendarai sepeda motor menuju Polsek Elat.
Di tengah perjalanan, mereka berpapasan dengan tiga orang terduga pelaku, yakni Ipus Rahakbauw, Thomas Ohoiwirin, dan Beni Babaubun. Ketiganya berbalik arah, mengikuti, dan diduga hendak memalak korban.
Situasi cepat memanas. Salah satu pelaku mencoba menyerang saksi dengan gunting, namun berhasil dihindari.
Korban kemudian turun dari kendaraan, sementara saksi melarikan diri untuk menyelamatkan diri. Dari jarak sekitar 15 meter, saksi melihat korban dikeroyok sebelum akhirnya berlari ke arah hutan.
Pencarian oleh aparat bersama keluarga membuahkan hasil sekitar pukul 10.00 WIT. Korban ditemukan warga dalam kondisi tak bernyawa.
Polisi mengamankan barang bukti berupa sepasang sandal, kacamata, dan sebilah gunting di lokasi kejadian. Jenazah korban dievakuasi ke RS Pratama Elat untuk visum.
Dalam waktu kurang dari sehari, aparat Polsek Kei Besar berhasil mengamankan ketiga terduga pelaku di tiga lokasi berbeda. Penangkapan dilakukan secara bertahap mulai pukul 12.30 WIT hingga 15.00 WIT di sejumlah ohoi (desa). Ketiganya kini menjalani proses hukum lebih lanjut di Polres Maluku Tenggara.
Pada hari yang sama sekitar pukul 13.00 WIT, terjadi aksi kekerasan terhadap barang di Ohoi Fako yang dipicu emosi massa.
Enam unit rumah warga beserta harta benda seperti kendaraan bermotor dan peralatan rumah tangga dibakar dan dirusak. Namun, aparat bergerak cepat meredam situasi.
Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., menegaskan keamanan kini telah terkendali.
“Kami memastikan aparat kepolisian telah bertindak cepat dan terukur dalam menangani kasus ini. Ketiga terduga pelaku sudah diamankan, dan situasi di wilayah Maluku Tenggara saat ini dalam kondisi aman dan kondusif. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar,” ujarnya dikutip Tribrata News Polda Maluku, Rabu (22/4/2026)
Pihak kepolisian terus mendalami motif kasus serta kemungkinan adanya pelaku lain, sekaligus mengantisipasi potensi konflik lanjutan.
Dengan respons cepat dan koordinasi lintas unsur, stabilitas keamanan di wilayah tersebut berhasil dijaga, menunjukkan komitmen penegakan hukum yang tegas dan profesional di daerah.
Sumber: TBNews Polda Maluku
Editor: Salmon Teriraun
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:















Tinggalkan Balasan