Jakarta — Manchester United bersiap melakukan perombakan besar-besaran pada bursa transfer musim panas 2026.
Langkah cuci gudang ini disebut akan menyentuh lebih dari sepuluh pemain, termasuk sejumlah nama bintang, sebagai bagian dari efisiensi skuad dan kepatuhan terhadap aturan keuangan.
Salah satu nama yang paling mencuat adalah Marcus Rashford. Penyerang Inggris itu masuk dalam daftar pemain yang berpotensi dilepas secara permanen, terutama setelah Barcelona disebut memiliki opsi untuk mempermanenkannya usai masa pinjaman.
Perombakan ini tidak lepas dari evaluasi menyeluruh di era kepemilikan INEOS. Manajemen menilai performa tim belum konsisten meskipun mulai menunjukkan peningkatan sejak ditangani Michael Carrick, yang menggantikan Ruben Amorim.
“Kami harus jujur dengan kondisi skuad. Ada kebutuhan untuk menyehatkan struktur gaji dan membangun tim yang lebih kompetitif dalam jangka panjang,” ujar seorang sumber internal klub yang enggan disebut namanya.
Fokus utama United adalah memangkas beban gaji sekaligus menyesuaikan diri dengan aturan Profit and Sustainability Rules (PSR) yang diterapkan Liga Inggris. Tak tanggung-tanggung, lebih dari 10 pemain disebut berpotensi hengkang demi membuka ruang bagi wajah-wajah baru.
Beberapa nama besar masuk dalam daftar jual. Casemiro diprediksi akan pergi setelah kontraknya habis, sekaligus mengurangi beban gaji klub.
Sementara itu, masa depan Rashford masih abu-abu. Di lini depan, Rasmus Højlund dikabarkan tinggal selangkah lagi bergabung dengan Napoli.
Adapun Jadon Sancho diperkirakan hengkang setelah masa peminjamannya berakhir, dengan peluang kembali ke Borussia Dortmund.
Nama lain seperti Andre Onana dan Tyrell Malacia juga masuk radar penjualan permanen. Bahkan sejumlah pemain muda diproyeksikan dilepas demi mendapatkan menit bermain reguler di klub lain.
“Ini memang berisiko. Kehilangan banyak pemain sekaligus bisa membuat skuad kekurangan pengalaman, terutama menghadapi musim 2026/2027 yang padat di kompetisi domestik dan Eropa,” kata pengamat sepak bola Inggris, James Ducker.
Namun, langkah “cuci gudang” ini dinilai sebagai strategi untuk membangun ulang tim dengan profil pemain yang lebih muda, enerjik, dan sesuai kebutuhan taktik pelatih ke depan.
Manajemen United tampaknya lebih memilih keberlanjutan jangka panjang ketimbang sekadar hasil instan. (ds/pr)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:















Tinggalkan Balasan