Fakfak – Pemerintah Kabupaten Fakfak menggelar peringatan Hari Kembalinya Irian Barat ke Pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), 1 Mei 1963, di Winder Tuare, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa sekaligus memperkuat semangat persatuan dan nasionalisme di Tanah Papua.

Peringatan tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, Veteran, tokoh masyarakat, serta pelajar.

Dalam suasana khidmat, peserta mengikuti rangkaian acara ini sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan panjang bangsa Indonesia dalam merebut kembali Irian Barat dari penjajahan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Fakfak, Arif H. Rumagesan, yang menyampaikan sambutan Bupati Fakfak, menegaskan peristiwa kembalinya Irian Barat merupakan tonggak penting dalam sejarah nasional.

“Momentum ini harus terus kita maknai sebagai penguat persatuan, sekaligus pengingat bahwa Papua adalah bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga harmoni sosial dan terus merawat nilai-nilai kebangsaan yang telah diwariskan para pendahulu.

Menurutnya, semangat “Papua adalah Indonesia” harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap toleransi, gotong royong, dan cinta tanah air.

Pemerintah daerah berharap peringatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda. Dengan demikian, nilai perjuangan dan kebangsaan dapat terus hidup dan menjadi fondasi dalam membangun Fakfak sebagai “Tanah Damai” yang rukun dan sejahtera. (st/pr)