Fakfak – Pendeta M. Aritonang, S.Th memimpin ibadah minggu di Gereja Kristien Injili (GKI) Jemaat Imanuel Fakfak, Jln Ahmad Yani Kabupaten Fakfak, Papua Barat, dihadiri umat atau jemaat kristiani dilingkungan gereja tersebut, Minggu (7/7/2024) pagi pukul 6.00 WIT.
Pendeta Aritonang dalam Khotbahnya terambil dari bacaan Alkitab Kidung Agung 1 : 1 – 8 mengangkat tema “Kekuatan dan Kesetiaan Cinta”
Dalam khotbahnya, Pdt Aritonang mengingatkan kisa pada tahun 70 – an ada sebuah Lirik lagu yang terkenal, berbunyi : “Jatuh Cinta berjuta rasanya“ mungkin ini juga yang dirasakan oleh Sang Penulis Kitab Kidung Agung.
“Kitab ini di buka dengan harapan seorang mempelai perempuan akan sang kekasih hati yang di cintai,” ujar Pdt Aritonang
Harapan itu bukan hanya ingin bertemu tetapi untuk bersatu. Ia ingin menikmati kebahagian bersama sang kekasih, Ia mengharapkan agar sang kekasih tidak hanya memandang sebatas fisik.
“Ia meyakinkan sang kekasih bahwa meski kulitnya Hitam, ia adalah perempuan yang cantik dan pekerja keras (Ayat 5 – 6),” kata Pdt Aritonang.
Rasa cinta membuat siapa pun ingin bertemu dengan orang yang dicintai, bukan hanya bertemu tetapi ingin selalu bersama membangun dan menikmati cinta bersama sang kekasih.
“Cinta ini adalah cinta yang tidak memandang fisik, warna kulit tetapi melihat jauh kedalam hati, yakni cinta yang sejati dan tulus. Cinta yang sejati dan tulus tidak akan mengecewakan tetapi fokus pada masa depan,” jelasnya.
Cinta yang sejati dan tulus menjadi kekuatan besar untuk membangun kebersamaan dalam perbedaan dan kesetian.
“Cinta yang yang saling menghargai, salirg menghormati dan saing menopang dalam kehidupan. Demikian Juga Kasih Kristus bagi kita,” ujarnya.
Dia (Tuhan) tidak memandang siapa kita dan sekotor apapun hidup kita. Bahkan begitu besarnya cinta-Nya kepada kita. Ia rela menderita dan mati demi menebus kita dari Dosa. CintaNya membawa kita kepada hubungan yang damai dam sukacita yang sejati selamanya.
“Firman Tuhan hari ini mengajak kita sebagai Umat Tuhan untuk selalu merindukan kasih Allar Kekasih yang memberikan Jaminan yang penuh sukacita dan damai sejahtera,” kata Pdt Aritonang.
Firman Tuhan ini juga mengajak kita untuk lebih lagi mencintai Allah lebih dari Apapun. Karena di dalam Dia ada kekuatan dan Kesetiaan untuk memberikan kesempurnaan hidup yaitu hidup yang kekal.
“Sudahkah kita mencintai dan merindukan Allah dalam kehidupan kita? Ataukah kita berkata bahwa kia mencibmntai Allah padahal hidup kita, pikiran, hati dan perbuatan kita berada di tempat lan dan sangat mengecewakan,” tandasnya. (pr)
















Tinggalkan Balasan