Fakfak – Dinas Perkebunan Fakfak mensuport Koperasi Mery Tora Qpohi (MTQ) Binaan Yayasan Kaleka untuk terus menyiapkan perangkat dan standart mutu kualitas produk menjawab permintaan produk minyak atsiri dari Negara Perancis sebagai bahan baku beberapa produk turunan bernilai ekonomis.
Menjawab kebutuhan permintaan tersebut langsung dilakukan rapat teknis terpadu di Dinas Perkebunan Fakfak Bersama Yayasan Kaleka dan pengurus koperasi pada Jumat, (6/9/2024).
Perwakilan Yayasan Kaleka yang dihadiri oleh Ir. Rahim Patamasya, M.Si selaku konsultan senior Kaleka dan Greg R. Daeng salam satu manager Kaleka menyebutkan bahwa saat ini Yayasan kaleka sedang mendampingi 5 kampung penghasil produk pala.
Diantaranya Kampung Perwasak, Pangwadar, Patimburak dan dua kampung lainnya berhasil melahirkan Koperasi MTQ dan akan menjadi wadah produk dalam bisnis minyak atsiri pala dengan tujuan langsung di kelola oleh kelompok petani pala yang menjadi anggota koperasi ini.
“Kami hanya sifatnya membina dan mempertemukan buyer secara langsung dengan kelompok yang di bina. Target besar kami, akan melakukan ekspor Minyak Atsiri dari hasil turunan pala sehingga memberikan nilai tambah secara langsung kepada petani pala di kelompok binaan tersebut,” ujarnya.
Binaan ini dimaksudkan pula, agar petani dengan sendirinya mampu meningkatkan mutu dan kualitas pala yang erat berpengaruh dengan pendapatan petani pala.
Sementara menurut Ketua Koperasi MTQ, Fitria Hubrow dalam penjelasan teknis menyebutkan minyak atsiri yang diperoleh dari produk pala kering berkualitas baik (Pala ketok K1) yang di ekstrak menjadi minyak.
Kebutuhan yang di minta untuk memenuhi uji coba ekspor hanya 6 ton pala berkualitas untuk di ekstrak menjadi 220 liter minyak atsiri. Dari kelompok binaan di beli dengan harga 75 ribu per kilogram.
Dari hasil uji coba 23 kg pala K1 hanya mampu peroleh 600 ml minyak atsiri dan belum memenuhi karena rendemen ekstrak hanya 3 %. Ini menunjukkan belum memenuhi profit, sehingga kami terus mendorong agar rendemen bisa mencapai 4 % dengan hasil minyak atsiri mencapai 800 ml lebih dari bahan baku yang di uji.
Untuk itu, terus kami lakukan perbaikan kualitas pala yang menjadi bahan baku agar dapat memberikan keuntungan sesuai target penjualan.
Konfirmasi dengan Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Widhi A. Jati, ST, MT sangat mengapresiasi dan berkomitmen untuk mensuport rencana ekspor minyak atsiri dari Pala Tomandin yang memiliki aroma khas untuk aromaterapi dan parfum, serta bahan baku pendukung industri kosmetika dan farmasi. Apalagi Pala Tomandin memiliki keunikan rasa dalam produk industri makanan.
Dikatakan bahwa permintaan ekspor miyak atsiri ini merupakan hasil tindak lanjut kerjasama beberapa waktu lalu dengan kedatangan Tim Atelier Franchise des Matieres (AFDM) Perancis di Fakfak.
Sudah mulai ada tanda-tanda baik sebagai terobosan untuk meningkatkan nilai tambah dan upaya meningkatkan harga pala yang hanya dapat di jawab dengan melakukan diversifikasi produk turunan yang spesial dan bernilai premium.
Kalau hanya mengandalkan jual pala kulit, ketok dan bunga pala belum dapat mendongkrak harga kecuali memenuhi peluang ekspor.
Namun jika di olah atau di ekstrak pasti memberikan profit dan terjadi efisiensi Cost of Sales (COS) atau biaya penjualan pengiriman bahan baku.
Bahkan bahan baku pala biji dan bunga tidak banyak di jual keluar tapi di proses dalam daerah.
Diakhir pertemuan, Plt Kepala Dinas Perkebunan Fakfak menyerahkan surat keputusan kepada Koperasi MTQ yang berhasil membina 117 petani pala sebagai bentuk tanggung jawab atas pengolahan minyak atsiri pala tomandin sesuai dengan standar mutu yang berlaku, serta memastikan produk yang dihasilkan memenuhi kualitas yang telah ditetapkan.
Momen ini ia berharap agar Koperasi MTQ menjadi Koperasi Model untuk pengolahan minyak atsiri Pala Tomandin di Kabupaten Fakfak, dengan harapan dapat menjadi contoh pengelolaan dan pemanfaatan hasil perkebunan secara berkelanjutan serta memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal Masyarakat.
Plt. Disbun berjanji untuk berkolaborasi memperbaiki sarana prasarana untuk meningkatkan mutu dan kualitas pala Tomandin, agar target ekspor juga bisa kontinyu memenuhi pasar internasional.
Terakhir diharapkan Koperasi MTQ yang notabennya di Kelola oleh anak-anak Fakfak, dapat menjalin kerja sama dengan instansi terkait, baik pemerintah maupun swasta, dalam hal pengembangan, pemasaran dan distribusi minyak pala tomandin, untuk mencapai hasil dan kualitas yang optimal. (pr)
















Tinggalkan Balasan