Jakarta – Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyelenggarakan misi diplomasi dan kolaborasi budaya bertajuk “Harmony for the Pacific: Connecting Indonesia and the Pacific through Culture and Shared Heritage” (HfP) di Indonesia dan Suva, Fiji pada 9 hingga 27 September 2024, mendatang.

Dilansir dari website Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia, Jumat (20/09/2024), Ani Nigeriawati selaku Direktur Diplomasi Publik mengatakan, Harmony for the Pacific merupakan bagian dari visi besar Pacific Elevation yang ditujukan untuk mempererat hubungan antara masyarakat Indonesia dan negara-negara di Pasifik

“Bagian dari memperat hubungan antar masyarakat Indonesia dan negara-negara di pasifik,” jelas Ani, dikutip dari halaman website Kementrian Luar Negeri. Jumat (20/09/2024).

Adapun, Harmony for the Pacific terdiri dari 2 (dua) kegiatan pokok yaitu residensi seniman dan pertunjukan seni dan budaya.

“Program residensi seniman fase pertama telah berlangsung di Indonesia (Labuan Bajo dan Maumere) pada 9-17 September 2024 yang melibatkan 24 seniman musik dan tari dari negara/teritori di Pasifik (Fiji, Vanuatu, Nauru, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Kaledonia Baru) dan Indonesia (Maluku, NTT, dan Papua),” jelasnya.

Untuk Program residensi seniman fase pertama di Indonesia ini, telah dibuka pada 10 September 2024 , lalu.

“Kolaborasi seni dan budaya merupakan media efektif untuk mendekatkan hubungan people-to-people contact dan membangun persahabatan antara Indonesia dan negara-negara Pasifik,” sambung Ani.

Lanjut Ani menjelaskan, pada Residensi Seniman di Labuan Bajo yang bekerja sama dengan komunitas Videoge, para peserta telah mempelajari dan menggali kebudayaan yang ada di Manggarai Barat, seperti gaya dan teknik musik, repertoir, gaya bercerita dan instrumen budaya lokal.

Sementara di Maumere, para peserta mempelajari dan menggali kesenian tari dan kebudayaan yang ada di Kabupaten Sikka, seperti gaya dan teknik tari dari komunitas KAHE, riset kebudayaan lokal Mangrove Watubaing Forest dan Kampung Wuring, dan memperkaya riset kebudayaan dari bahan dukung yang diberikan oleh kurator serta komunitas setempat.

Dan Program Residensi Seniman fase kedua akan berlangsung di Suva, Fiji pada 18-27 September 2024 melalui kerja sama dengan Fiji Arts Council dan didukung KBRI Suva. Para peserta Residensi Seniman akan menampilkan kreasi kolaborasi seni musik dan tari yang merefleksikan nilai budaya bersama pada acara puncak Resepsi Diplomatik yang diselenggarakan oleh KBRI Suva.

“Disamping program Residensi Seniman, kegiatan Harmony for the Pacific juga akan menampilkan pameran produk UMKM dari kawasan Indonesia Timur, diskusi dan tayangan film Indonesia, talk show tentang kuliner Indonesia dan kuliner negara-negara Pasifik serta demo masak, “ tutupnya, seperti dilansir dari website Kementrian Luar Negeri RI (Sumber: Kementerian Luar Negeri/jm/pr)