Manokwari — Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Alwan Romosan, menekankan pentingnya menjaga kesehatan jasmani serta kebersihan lingkungan kerja bagi aparatur sipil negara (ASN). Pesan tersebut disampaikan saat memimpin apel Jumat pagi di Lapangan Apel Kantor Gubernur Papua Barat, Jumat (9/1/2026).

Dalam arahannya, Alwan mengingatkan ASN yang tergabung dalam paduan suara agar menyesuaikan diri dengan jadwal latihan yang dipusatkan di Gedung PKK. Ia juga meminta seluruh ASN menyelesaikan pekerjaan yang masih tertunda di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Selain disiplin kerja, Alwan menaruh perhatian serius pada kebersihan lingkungan perkantoran. Ia menilai rumput yang dibiarkan tinggi dan area kerja yang tidak terawat berpotensi menjadi sarang nyamuk penyebab malaria.

“Kalau lingkungan tempat kita bekerja tidak bersih, di situlah nyamuk berkembang biak dan menyerang kita. Ini berbahaya karena dapat menimbulkan penyakit malaria,” ujarnya.

Alwan juga mengajak ASN lebih peduli terhadap kesehatan jantung. Menurut dia, penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi. Ia pun meminta ASN secara sederhana mengecek denyut nadi masing-masing.

“Pegang nadi, cek apakah masih berdenyut normal. Kalau nadinya cepat dan di atas 100, berarti ada masalah dan tidak sehat. Jangan anggap remeh jantung dan nadi kita,” kata Alwan, sembari mengibaratkan jantung sebagai karburator pada kendaraan bermotor.

Ia menekankan pentingnya pola hidup sehat melalui olahraga teratur, perilaku hidup bersih, serta konsumsi makanan sehat, khususnya makanan rebusan yang dinilai lebih aman bagi kesehatan. Alwan juga mengingatkan ASN agar memanfaatkan jaminan kesehatan yang dimiliki.

“Kalau sudah pernah menggunakan BPJS berarti pernah sakit, kalau belum berarti sehat. Semua sudah ditanggung BPJS. Untuk penyakit berat dan kritis yang tidak ditanggung, Pemerintah Provinsi Papua Barat menyiapkan Program Papua Barat Sehat,” ujarnya.

Melalui program tersebut, ASN yang membutuhkan rujukan ke rumah sakit dengan fasilitas lebih lengkap, termasuk di Makassar, akan mendapat dukungan biaya transportasi serta kebutuhan makan dan minum selama masa pengobatan.

Ia menambahkan, RSUD Provinsi Papua Barat kini telah memiliki fasilitas cuci darah serta dokter spesialis ortopedi. Meski demikian, ia berharap ASN menjaga kesehatan ginjal agar tidak sampai menjalani tindakan tersebut.

Di akhir arahannya, Alwan mengingatkan ancaman virus influenza varian baru H3N2 yang disebut lebih berat dibandingkan flu biasa dan telah terdeteksi di sejumlah wilayah Indonesia.

“Gejalanya seperti perubahan pita suara, demam, panas dingin. Jangan panik karena ini bukan Covid-19, tetapi kita harus tetap waspada,” tuturnya.

Ia berharap seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat senantiasa menjaga kesehatan dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan, tanpa menunggu kondisi memburuk. (jw/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: