Sorong — Pemerintah Kota Sorong melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Sorong resmi membuka pelatihan pengelolaan dan pengembangan usaha industri kecil kerajinan berbahan manik-manik.
Kegiatan tersebut berlangsung di Rylich Panorama Hotel, Selasa (31/3/2026), dan diikuti sekitar 50 peserta dari pelaku usaha kecil dan pengrajin lokal.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sorong Thamrin Tajudin, Kepala Dinas Perindustrian sekaligus Ketua Harian Dekranasda Kota Sorong Eduard Jitmau, serta Ketua Umum Dekranasda Kota Sorong Jemima Elisabeth Lobat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Sorong menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut sebagai langkah nyata mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor industri kecil dan kreatif.
Menurutnya, kerajinan manik-manik memiliki potensi besar dari sisi kreativitas maupun nilai ekonomi.
“Kerajinan berbasis manik-manik memiliki potensi besar. Saya berharap peserta dapat meningkatkan keterampilan, inovasi, dan daya saing produk agar mampu menembus pasar yang lebih luas,” ujar Septinus.
Sementara itu, Ketua Umum Dekranasda Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, terutama bagi para pengrajin perempuan.
“Kerajinan manik-manik merupakan salah satu warisan budaya Papua yang memiliki nilai seni tinggi dan potensi ekonomi besar jika dikembangkan dengan kreativitas dan inovasi,” ungkapnya.
Sebagai penanda dimulainya pelatihan, dilakukan pemukulan tifa oleh Wali Kota Sorong.
Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan berupa satu unit etalase kepada peserta sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam pengembangan usaha kerajinan lokal. (cr-10/pr)
















Tinggalkan Balasan