Tegal— Jajaran Polres Tegal terus melakukan pemantauan dan pengamanan di lokasi bencana tanah bergerak yang melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal.
Langkah respons cepat ini dilakukan untuk menjamin keselamatan warga sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
Selain melakukan pengamanan, personel kepolisian juga aktif mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket) terkait perkembangan situasi di lapangan.
Berdasarkan data sementara, bencana tersebut berdampak pada sekitar 900 rumah warga. Rinciannya, 405 rumah mengalami rusak berat, 190 rusak sedang, 96 rusak ringan, dan 164 unit dilaporkan masih dalam kondisi baik.
Sebanyak 45 rumah lainnya tercatat dalam pendataan pemerintah desa. Sejumlah fasilitas sosial, tempat ibadah, sekolah, kantor pemerintahan, serta infrastruktur jalan dan irigasi juga mengalami kerusakan.
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo melalui Kasat Intelkam AKP Surahno mengatakan, kepolisian bersama TNI, BPBD, PMI, dan pemerintah daerah terus melakukan evakuasi warga secara bertahap.
“Evakuasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi tanah yang masih aktif bergerak akibat curah hujan tinggi,” ujar Surahno.
Hingga kini, tercatat 760 kepala keluarga atau 2.325 jiwa mengungsi di sejumlah titik pengungsian yang telah disiapkan.
Untuk mengantisipasi potensi tindak kriminalitas di rumah-rumah yang ditinggalkan, Pleton Siaga Bencana Bhayangkara Polres Tegal rutin menggelar patroli malam dan pengamanan wilayah terdampak.
Distribusi logistik juga dipusatkan melalui posko induk guna memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi secara merata.
Di sisi lain, layanan kesehatan terpadu tetap berjalan di posko-posko pengungsian. Tercatat 1.261 kunjungan pasien telah dilayani oleh tim medis yang memberikan pemeriksaan rutin serta merujuk pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan.
Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan juga tengah menyiapkan pembangunan hunian sementara di Desa Capar, Kecamatan Jatinegara, sebagai solusi relokasi jangka pendek. Hunian tersebut ditargetkan rampung pada pertengahan Maret 2026.
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo menegaskan komitmen Polri untuk hadir dalam situasi darurat.
“Kami memastikan seluruh personel tetap siaga di lokasi bencana untuk memberikan rasa aman, membantu proses evakuasi, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Polri akan selalu hadir bersama masyarakat dalam setiap situasi,” ujarnya.
Ia juga mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi pergerakan tanah susulan dan mematuhi arahan petugas demi keselamatan bersama. (nas/pr)





Tinggalkan Balasan