Fakfak – Pembangunan jembatan bambu sepanjang 630 meter yang menghubungkan Kampung Hambriankendik dengan Pulau Benyong/Bone di Distrik Fakfak Tengah, Kabupaten Fakfak, mencapai 70 persen pada Kamis (26/3/2026).

Progres signifikan ini terwujud berkat sinergi antara personel Kodim 1803/Fakfak dan masyarakat setempat dalam kegiatan gotong royong yang berlangsung aman dan lancar.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan turunnya agama Katolik di Kabupaten Fakfak.

Kegiatan difokuskan pada pemasangan lantai bambu, pengikatan struktur, penguatan rangka, serta pengecekan kestabilan jembatan.

Hingga saat ini, struktur utama telah terpasang sepanjang 630 meter dengan pemasangan lantai yang terus berjalan di sebagian besar ruas.

Pasi Intel Kodim 1803/Fakfak, Kapten Inf Rendra Pandu, menyampaikan keterlibatan aparat merupakan tindak lanjut instruksi Komandan Kodim 1803/Fakfak, Letkol Inf Wahlin Rahman, S.Pd.

“Bapak Dandim menginstruksikan agar seluruh jajaran Kodim 1803/Fakfak senantiasa aktif membantu kesulitan masyarakat di sekitarnya,” ujar Kapten Inf Rendra Pandu.

Dandim Letkol Inf Wahlin Rahman, S.Pd., juga menekankan pentingnya kehadiran personel di tengah masyarakat untuk membangun komunikasi yang baik serta mendukung program pemerintah dalam percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan di Kabupaten Fakfak.

Sinergi ini dinilai semakin memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun infrastruktur publik.

Secara keseluruhan, pembangunan berjalan aman dan lancar. Kolaborasi antara TNI dan masyarakat setempat menjadi kunci utama percepatan pembangunan jembatan bambu yang akan memberikan manfaat luas bagi mobilitas dan kesejahteraan warga setempat. (st/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: