Fakfak – Sekolah Pemberdayaan Rakyat (SPR) yang diinisasi Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) Institut Pertanian Bogor (IPB) mewisudah 75 siswa di Gedung Start Up Center, Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi IPB, Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/6/2024).

Dari 75 siswa itu, 48 di antaranya berasal dari Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat Drs. Alibaham Temongmere, MTP, Bupati Fakfak Untung Tamsil, S.Sos, M.Si, Wakil Bupati Fakfak Yohana Dina Hindom, SE, MM, beberapa Pimpinan OPD dan Kepala Distrik menghadiri wisuda tersebut.

Bupati Fakfak Untung Tamsil mengatakan, wisuda 48 siswa asal Kabupaten Fakfak ini merupakan kerjasama Pemerintah Kabupaten Fakfak dengan IPB membentuk SPR, yang dimulai pada Juni 2023 lalu.

“SPR ini bertujuan untuk mengembangkan usaha peternakan dan pertanian secara kolektif di distrik masing-masing,” ujar Untung Tamsil.

Menurutnya, kerjasama ini tentunya sangat tepat dalam rangka pemberdayaan kepada masyarakat petani dan peternakan di Kabupaten Fakfak.

“Banyak potensi di Fakfak yang harus dikelola bersama, tetapi membutuhkan penguatan dan strategi-strategi yang lebih tepat lagi, sehingga memanfaatkan potensi yang ada baik wilayah pertanian dan peternakan di Fakfak bisa dimanfaatkan secara baik,” pinta Bupati Untung Tamsil.

Lebih lanjut Orang Nomor Satu di Kabupaten Fakfak ini mengatakan, adanya wisuda ini, Pemkab Fakfak akan secara terus melakukan kerjasama, kolaborasi dengan IPB untuk bisa lebih meningkatkan lagi SDM khususnya para petani dan peternak di wilayah Kabupaten Fakfak.

“Saat ini ada 4 distrik, yaitu Distrik Tomage, Bomberay, Kokas dan Arguni. Ada 4 kelompok yang luar biasa, ini satu hal yang luar biasa sekali, tentunya kami akan terus meningkatkan pengelolaan dan juga sumber daya manusia terhadap para petani di Fakfak,” beber Bupati Untung Tamsil.

Ia juga menyampaikan, Pemkab Fakfak melalui Dinas terkait akan terus melakukan evaluasi-evaluasi, mempersiapkan tempat, fasilitas, dan ini harus ada intervensi dari Pemerintah Kabupaten Fakfak.

“Para wisudawan hari ini akan menjadi pioner, garda terdepan untuk dapat memberikan dampak positif terhadap petani-petani yang lain di Fakfak,” tandasnya.

Bupati Untung Tamsil juga berharap dari SPR ini akan memberikan langkah maju strategis untuk bisa mendorong percepatan pemberdayaan dibidang ekonomi.

“Di situ ada usahanya, manajemennya, kemudian juga dampak-dampak terhadap pertembuhan ekonomi, ini sangat berdaya dan berhasil guna untuk memberikan sebuah dampak positif terhadap penguatan ketahanan pangan di Fakfak,” pungkasnya.

Diketahui, Bupati Fakfak Untung Tamsil juga menjadi Narasumber di Seminar Nasional dengan membahas tentang “Pengembangan Ekonomi Kerakyatan Pasca Program SPR-IPB di Kawasan Timur Indonesia”. (pr)