Jakarta – Sekretaris Jenderal Antonio Guterres menunjuk diplomat senior asal Prancis, Jean Arnault, sebagai utusan pribadi untuk memimpin upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah. Penunjukan tersebut diumumkan pada Rabu (25/3/2026) waktu setempat di tengah meningkatnya ketegangan dan konflik di wilayah tersebut.

Dikutip dari Xinhua News Agency, Kamis (26/3/2026), Arnault dinilai memiliki pengalaman luas dalam diplomasi internasional, khususnya dalam bidang mediasi konflik dan pembangunan perdamaian. Selama hampir empat dekade kariernya, ia terlibat dalam berbagai misi diplomatik dan operasi perdamaian yang dipimpin oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa di berbagai kawasan dunia.

Arnault diketahui pernah memimpin sejumlah misi penting PBB di Afrika, Asia, Eropa, hingga Amerika Latin. Pengalaman tersebut membuatnya dipercaya untuk menangani berbagai proses perdamaian yang kompleks dan melibatkan banyak pihak.

Salah satu peran penting Arnault adalah saat ia menjabat sebagai delegasi Sekretaris Jenderal PBB untuk perundingan damai Kolombia pada 2015–2018. Dalam kapasitas itu, ia memimpin upaya PBB memverifikasi pelaksanaan Perjanjian Perdamaian Final 2016 di Kolombia antara pemerintah dan kelompok gerilya.

Selain itu, Arnault juga pernah menjabat sebagai utusan pribadi Sekretaris Jenderal PBB untuk Bolivia pada 2019–2020. Pada 2021, ia kembali dipercaya sebagai utusan pribadi untuk Afghanistan dan isu-isu regional. Dengan rekam jejak tersebut, Guterres berharap Arnault dapat mendorong dialog serta memperkuat langkah diplomasi guna meredakan konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah. (bn/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: