Jakarta – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah menyampaikan kepada para pembantunya bahwa ia bertekad mengakhiri perang dengan Iran dalam beberapa minggu mendatang.

Keinginan tersebut dilaporkan The Wall Street Journal mengutip sejumlah sumber yang mengetahui langsung pembahasan internal di Gedung Putih.

Menurut laporan itu, Trump menegaskan agar konflik bersenjata dengan Iran tidak berlarut-larut dan menekankan bahwa fase pertempuran saat ini harus segera menuju titik akhir.

Dalam sejumlah pertemuan dengan timnya beberapa hari terakhir, Trump menyebut bahwa keterlibatan AS dalam konflik dengan Iran dinilai mulai mengalihkan perhatian dari agenda prioritas lainnya.

Ia juga menyoroti bagaimana eskalasi militer berpotensi membebani fokus pemerintahannya terhadap isu-isu domestik.

Para penasihat terdekat presiden disebut turut mendorong agar perhatian segera dialihkan pada persoalan yang paling dikhawatirkan pemilih Amerika, seperti tekanan harga akibat dampak konflik tersebut.

The Wall Street Journal juga melaporkan bahwa Gedung Putih sedang menjadwalkan kunjungan Trump ke China pada pertengahan Mei.

Sejumlah sumber menyebutkan, ada harapan agar perang dengan Iran telah berakhir sebelum pertemuan dengan pemimpin China dimulai.

Langkah itu dinilai sebagai bagian dari upaya untuk memastikan stabilitas geopolitik sebelum presiden menjalani agenda diplomasi bilateral.

Menurut laporan media Rusia, Tass, agresi militer yang dilancarkan Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran telah berlangsung sejak 28 Februari.

Dalam operasi tersebut, sejumlah kota besar Iran, termasuk ibu kota Teheran, menjadi sasaran serangan.

Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi terkait target penyelesaian konflik yang disebutkan dalam laporan tersebut. (bn/pr)