Fakfak — Ratusan umat Katolik mengikuti Perayaan Sabtu Suci atau Vigili Paskah di Paroki Santo Yosep Fakfak, Sabtu (4/4/2026) malam. Perayaan yang dimulai pukul 19.00 WIT itu berlangsung khusyuk dan menjadi puncak rangkaian Tri Hari Suci menjelang Hari Raya Paskah.

Perayaan diawali dalam suasana gelap dan hening yang melambangkan dunia dalam penantian setelah wafatnya Yesus Kristus. Dalam suasana reflektif tersebut, umat diajak mengenang misteri sengsara dan kematian Tuhan sebelum menyambut kabar sukacita kebangkitan-Nya.

Memasuki liturgi cahaya, imam memberkati api baru yang digunakan untuk menyalakan Lilin Paskah. Dari satu sumber cahaya itu, umat kemudian menyalakan lilin masing-masing sebagai simbol bahwa Kristus adalah terang dunia yang mengalahkan kegelapan.

Suasana sakral semakin terasa saat dinyanyikan Exsultet, kidung pujian yang memaklumkan karya keselamatan Allah. Gereja yang semula gelap perlahan dipenuhi cahaya lilin umat, menandai hadirnya terang dan harapan baru bagi orang beriman.

Dalam Liturgi Sabda, umat mendengarkan rangkaian bacaan Kitab Suci yang menelusuri sejarah keselamatan, mulai dari kisah penciptaan hingga kabar kebangkitan Kristus. Bacaan-bacaan tersebut menegaskan kesetiaan Allah yang terus menyertai umat manusia sepanjang zaman.

Salah satu bagian penting dalam Vigili Paskah adalah pembaruan janji baptis. Dalam suasana khidmat, umat bersama-sama menyatakan penolakan terhadap dosa serta memperbarui iman kepada Allah Tritunggal. Air yang telah diberkati kemudian dipercikkan kepada umat sebagai tanda pembaruan hidup dalam Kristus.

Perayaan dilanjutkan dengan Liturgi Ekaristi sebagai puncak ibadah, di mana umat mengambil bagian dalam perjamuan kudus yang menjadi sumber dan puncak kehidupan iman Katolik.

Dalam homilinya, Pastor Alex Fabianus, Pr, menegaskan bahwa Sabtu Suci merupakan momen iman yang mengajak umat tetap percaya di tengah keheningan dan kegelapan hidup.

“Kita berdiri di antara salib dan kebangkitan. Keheningan ini bukanlah kekosongan, melainkan saat Allah sedang berkarya secara tersembunyi. Ketika manusia merasa semuanya berakhir, justru di situlah Allah memulai kehidupan yang baru,” ujarnya.

Ia juga mengajak umat menjadikan terang Paskah sebagai kekuatan dalam kehidupan sehari-hari. “Terang Kristus tidak pernah padam. Kita dipanggil menjadi cahaya bagi sesama, terutama bagi mereka yang sedang mengalami kegelapan hidup,” katanya.

Sepanjang perayaan, ratusan umat yang memadati gereja mengikuti setiap rangkaian liturgi dengan tertib dan penuh penghayatan, dari suasana hening Sabtu Suci hingga sukacita terang Paskah.

Vigili Paskah menjadi momentum penting bagi umat untuk memperdalam iman serta belajar setia dalam penantian, dengan keyakinan bahwa di balik penderitaan selalu ada harapan kebangkitan.

Dengan berakhirnya perayaan tersebut, umat Katolik di Paroki Santo Yosep Fakfak kini bersiap menyambut Hari Raya Paskah sebagai puncak iman Kristiani yang menegaskan kemenangan Kristus atas dosa dan maut.

(Reporter: Humas Komsos Paroki St Yosep Fakfak)
(Editor: Salmon Teriraun)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: