Kaimana — Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Kaimana menjadikan peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-26 Tahun 2026 sebagai momentum pembinaan humanis bagi warga binaan dan penguatan pelayanan sosial.

Kepala Lapas Kelas III Kaimana, Yoseph S. Rumbiak, menyebut kegiatan ini bukan seremoni tahunan, melainkan refleksi nyata pembinaan yang menekankan kesehatan, disiplin, dan kebersamaan.

Rangkaian kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan lengkap, donor darah, hingga aksi bersih-bersih fasilitas umum termasuk lingkungan sekolah PAUD.

Selain kegiatan sosial, Lapas Kaimana juga menggelar pertandingan internal seperti futsal gawang mini, catur, permainan kartu zonk, serta lomba kebersihan kamar dan blok hunian.

Menurut Yoseph, aktivitas tersebut menjadi media pembelajaran nilai disiplin, tanggung jawab, serta kebersamaan antara petugas dan warga binaan.

“Kegiatan ini bukan hanya hiburan, tetapi bagian dari proses pembinaan agar warga binaan tetap aktif, sehat secara mental, dan mampu membangun hubungan sosial yang positif,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Dalam rangkaian HBP, Lapas Kaimana juga melaksanakan Deklarasi Zero HALINAR secara serentak sesuai arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Deklarasi tersebut menjadi komitmen bersama menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bebas dari penggunaan ponsel ilegal, praktik pungutan liar, dan peredaran narkoba.

“Kami menegaskan komitmen menuju lapas yang benar-benar bersih,” tegas Yoseph.

Melalui pendekatan humanis ini, Lapas Kaimana berharap pembinaan tidak hanya berorientasi pada masa pidana, tetapi juga pada perubahan sikap dan kesiapan reintegrasi sosial warga binaan setelah bebas nanti. (windes/pr)