“Mari kita saling menghargai, jangan saling memfitnah, tidak boleh lagi menyerang pribadi orang, apalagi tokoh-tokoh senior kita yang punya nama besar, mari kita berikan himbauan-himbauan yang baik, saya berharap bisa jadi penyejuk di dalam kontestasi ini,”

Fakfak – Amin Ngabalin salah satu Kader Partai Golkar membantah adanya isu Kotok Kosong yang selalu dijadikan isu publik oleh salah satu kandidat, padahal menurutnya Kotak Kosong alias Koko itu suda tidak relevan lagi setelah keluar Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang terbaru.

“Jadi begini, kota kosong omong kosong ya. Saya kira kan isu ini sudah tidak lagi relevan, sebab dengan keluarnya PKPU yang terbaru, yang di dalamnya juga berisi keputusan KPU tentang partai politik yang walaupun sudah mendaftar dapat mencabut dukungannya di suatu daerah yang hanya calon tunggal, itu berarti bahwa secara nasional pihak penyelenggara pemilu dalam milik KPU sudah menyiasati sebuah regulasi untuk mengantisipasi terjadinya calon tunggal di sebuah daerah,” ujar Amin Ngabalin kepada PrimaRakyat.com via telepon seluler, Minggu (1/9/2024).

Bahkan Amin Ngabalin berkali-kali diskusi dengan bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Fakfak Untung Tamsil – Yohana Dina Hindom, yang konon tidak ada dalam pikiran untuk yang namanya calon tunggal.

“Tidak ada yang namanya kota kosong. Kita ini punya kelebihan apa terlalu? Tidak ada, jangan kita baku buka-bukaan. Kita saling tahu berapa dibayar di mana itu kita tahu, jadi stop sudah. Jangan baku buka. Nanti kita baku cerita kita, sebaiknya jangan. Saya tahu persis karena saya punya pergaulan sangat luas dengan teman-teman di Partai yang lain. Sudah, janganlah, saya buka nanti malu sendiri, saya tahu berapa yang mereka kasih di mana, itu saya tahu,” tegasnya.

Bahkan Amin Ngabalin mengaku sangat menghargai salah satu toko penting, yang beberapa waktu belakangan ini muncul berita di media online berkaitan dengan doa masyarakat terkabul terkait dengan kota kosong.

“Saya mau bertanya, masyarakat yang mana yang berdoa?, sudahlah jangan pakai nama-nama masyarakat, Nggak boleh lagi klaim-klaim masyarakat tidak usahlah cukup sudah rebut simpati masyarakat dengan baik-baik saja, nggak usah, biasa itu. Kami siap berhadapan, siap adu konsep, siap adu visi, siap adu program, siap adu jaringan, siap adu strategi dalam Pilkada,” ujarnya.

Lanjut Amin Ngabalin bahwa, bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Fakfak yang maju pada Pilkada Fakfak 2024 mempunya niat yang sama untuk membangun Fakfak.

“Mari kita saling menghargai, jangan saling memfitnah, tidak boleh lagi menyerang pribadi orang, apalagi tokoh-tokoh senior kita yang punya nama besar, mari kita berikan himbauan-himbauan yang baik, saya berharap bisa jadi penyejuk di dalam kontestasi ini,” pintanya. (pr)