Jakarta – Harga minyak dunia melonjak pada awal perdagangan setelah Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz tanpa batas waktu.

Ancaman itu muncul sebagai respons atas ultimatum Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait pembukaan kembali jalur distribusi minyak.

Dikutip dari CNN, Senin (23/3/2026), harga minyak mentah Brent sebagai acuan global naik 1,69 persen menjadi sekitar 114,09 dollar AS per barel.

Sementara itu, minyak mentah Amerika Serikat (WTI) menguat sekitar 2 persen ke level 100,29 dollar AS per barel.

Bank investasi Goldman Sachs menilai ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi membuat harga minyak tetap tinggi dalam beberapa tahun ke depan.

“Risiko gangguan pasokan global masih cukup besar,” tulis Goldman Sachs dalam analisisnya. (cnn/pr)