Saumlaki – Pj Bupati KKT, Piterson Rangkoratat dinilai terlalu banyak pencitraan dan sangat ambisius menjadi Bupati Defenitif di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, terlihat beberapa kegiatan yang diduga melibatkan agenda Pemda Kepulauan Tanimbar.

Memang cukup menarik jika melihat kemasan acara jalan santai dan arahan umum Pj Bupati KKT, Piterson Rangkoratat pada tanggal 15 dan 18 Juni 2024 mendatang.

Surat pengumuman bernomor 800.1.2/2024 tentang Pertemuan Bersama CALON PELAMAR Seleksi ASN tahun 2024 yang ditandatangi oleh Plt Sekda Kepulauan Tanimbar, Agustinus Songopnuan, ST langsung memberi tanggapan melaui pesan singkat wa saaat di konfirmasi oleh wartawan media ini   Rabu.12/06/2024

“Kalau ditanya pendapat soal apa yg dibahas oleh masyarakat bhw kegiatan resmi Pemda KKT ini bermuatan politik, bagi saya pendapat ini sah-sah saja dan tidak ada yg salah dg pendapat mereka (masyarakat).”

“Apa yg kami (Pemda) buat adalah kewajiban yg harus dilaksanakan sbg upaya dari keterbukaan informasi kepada seluruh calon aparatur sipil negara (CASN) khususnya bagi masyarakat kita di Tanimbar, karena tidak semua masyarakat kita memiliki akses informasi dibukanya penerimaan CASN 2024. Sehingga sosialisasi penerimaan CASN ini adalah tepat utk dilaksanakan agar banyak pemuda dan pemudi Tanimbar besar harapan dapat diterima dan menjadi “tuan rumah” di negeri sendiri, yakni Tanimbar.”

Acara jalan santai adalah salah satu cara Pemda KKT agar lebih mendekatkan aparatur Pemda KKT dengan masyarakatnya sendiri.

Demikian yg dapat saya sampaikan kepada basudara semua, kata Plt Sekda.

Menanggapi hal ini, tokoh masyarakat yang tak mau identitasnya dipublis menyampaikan bahwa Pj Bupati dan pasukannya sementara membuat lelucon. Pasalnya, kegiatan ini terkesan dibuat-buat. Masa orang belum melamar (CALON PELAMAR) sudah dikumpulkan apalagi dibubuhi dengan jalan sehat. Inikan pemborosan anggaran. Bayangkan saja semua “Calon Pelamar” belum melamar tapi sudah diminta kumpul untuk jalan santai dan dengar arahan umum Pj Bupati. Bagi mereka yang di desa-desa dan pulau-pulau harus menyebrang ke titik kumpul yang sudah ditentukan itu. Sangat lucu Pj Bupati Kepulauan Tanimbar, Piterson Rangkoratat. Ibarat kita lagi menonton film komedi era 90an Ateng dan Iskak, tambahnya sambil tertawa.

Lanjutnya, politik pencitraan ini merupakan bentuk pembodohan. Masyarakat menginginkan tindakan nyata dalam meningkatkan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan bukan dengan kegiatan semacam ini.

Para Calon Pelamar berkumpul dan kembali ke desa masing-masing dengan biaya sendiri setalah jalan santai dan dengar arahan Pj Bupati kemudian balik lagi untuk mendaftar di Saumlaki bukankah itu menghabiskan biaya mereka?

Harusnya Pemda berpikir bagaimana caranya meminimalisir biaya pendaftaran para calon pelamar ASN nanti bukan buat pembengkakan anggaran bagi mereka.

Ia menambahkan, bukan hanya itu. Sudah tentu kegiatan yang dilakukan pastinya menggunakan anggaran daerah. Jangan sampai apa yang pernah dikatakan Bwarka Fenanlampir itu benar, setelah Pj Bupati KKT Piterson Rangkoratat berafiliasi dengan partai politik maka akan ada safari-safari politik terselubung yang dilakukan oleh Pj Bupati KKT,  Piterson Rangkoratat.

Baginya, Pj Bupati KKT, Piterson Rangkoratat yang disebut-sebut birokrat murni itu ternyata adalah pemimpin ambisius dan penuh pencitraan. Hal-hal teknis inikan harusnya dikerjakan OPD terkait dan dilanjutkan oleh para camat bahkan bisa dilanjutkan ke para kades untuk memperpendek rentang kendali dan menghemat biaya untuk kegiatan lainnya. Pantas saja Bwarka menyampaikan bahwa tugas-tugas OPD tertentu sudah diambil alih oleh para bamber Pj Bupati KKT, sebut saja bagian Humas dan Infokom tak pernah lagi mendengar info resmi Pemda KKT dari mereka. Ini harus dihentikan jika kita mau Tanimbar lebih baik ke depan. (Blasius Naryemin)