Sorong — Senator Papua Barat Daya, Agustinus R. Kambuaya (ARK), meminta Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memprioritaskan penyelesaian konflik bersenjata di Tanah Papua.

Menurutnya, pemerintah sebaiknya lebih fokus mencari solusi damai dan permanen bagi Papua sebelum menawarkan diri sebagai mediator dalam konflik internasional.

ARK menilai perhatian publik dan media nasional belakangan lebih banyak tertuju pada konflik di Timur Tengah, termasuk ketegangan Iran dan Israel. Sementara itu, konflik kemanusiaan di Papua masih berlangsung dan menimbulkan dampak besar bagi masyarakat sipil.

“Negara harus hadir mencari jalan keluar yang damai dan berkelanjutan bagi konflik di Papua. Pengungsi dari Nduga maupun Maybrat, termasuk Kisor, hingga kini masih hidup dalam ketidakpastian,” kata Kambuaya dalam pernyataannya di Sorong, Senin (23/3/2026).

Ia juga menyoroti posisi strategis Papua bagi Indonesia, baik dari sisi sumber daya alam maupun kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Berdasarkan data hingga Desember 2024, realisasi pendapatan negara di Provinsi Papua tercatat mencapai Rp18,24 triliun atau 147,55 persen dari target yang ditetapkan.

Menurut ARK, konflik berkepanjangan di Papua berpotensi menghambat agenda pembangunan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Karena itu, ia berharap pemerintah pusat bersama seluruh pemangku kepentingan memiliki kemauan politik yang kuat untuk mendorong penyelesaian konflik secara damai dan permanen di Tanah Papua. (cr-10/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: