Fakfak – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur transportasi udara di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Salah satu langkah strategis yang akan diperjuangkannya adalah perpanjang landasan pacu (runway) Bandara Sibiru Fakfak dari panjang 1.600 meter menjadi 2.000 meter agar dapat menampung pesawat berbadan lebih besar dan menjadikannya pusat konektivitas wilayah.

“Tidak ada cara lain, infrastruktur harus kita bangun. Kalau sekarang panjang bandara 1.600 meter, maka kita harus kembangkan menjadi 2.000 meter supaya Fakfak bisa menjadi hub antara Teluk Bintuni dan Fakfak. Tidak boleh lagi tergantung pada Sorong, karena Sorong sudah menjadi bagian dari Provinsi Papua Barat Daya,” tegas Bahlil dalam sambutannya pada Rapat Paripurna DPRK Fakfak memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Fakfak ke-125, di Gedung Sidang Utama DPRK Fakfak, Minggu (16/11/2025).

Bahlil menyebutkan, sebagai Ketua Umum Partai Golkar, dirinya akan memperjuangkan alokasi anggaran untuk proyek strategis tersebut agar dapat segera terealisasi. Ia juga mengungkapkan bahwa Komisi V DPR RI telah menyampaikan dukungan terhadap rencana perluasan bandara Fakfak.

“Pak Bupati, insyaallah pembangunan bisa dimulai tahun 2026. Kalau pun belum 100 persen, saya janji kepada Bapak Ibu semua, pada tahun 2027 pesawat yang lebih besar sudah bisa mendarat di Fakfak,” ujarnya optimistis.

Rencana pelebaran Bandara Siboru diharapkan dapat memperkuat posisi Fakfak sebagai simpul utama transportasi udara di wilayah Papua Barat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan konektivitas antarwilayah.

Reporter/Editor: Salmon Teriraun)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: