Fakfak – Hingga 6 Juni 2025, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Fakfak baru mencapai 18,40 persen dari total pendapatan yang ditargetkan. Sementara, realisasi belanja tercatat 15,72 persen (16 persen) dari pagu Rp1,4 triliun.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Fakfak, Tajudin Lahadalia, memaparkan, dari sisi pendapatan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) telah terealisasi 33 persen atau senilai Rp29 miliar. PAD tersebut mencakup pajak daerah, retribusi daerah, dan sumber pendapatan sah lainnya.
Sementara itu, penerimaan transfer dari pemerintah pusat mencapai 18,33 persen dari target Rp1,29 triliun, dengan realisasi Rp230 miliar yang telah masuk ke Kas Daerah (Kasda).
Di sisi belanja, realisasi baru mencapai Rp221 miliar (15,72 persen) dari total pagu. Rinciannya sebagai berikut: Belanja operasi: Rp188 miliar (18,08 persen) dari target Rp1,045 triliun, Belanja barang: Rp9 miliar (4,79 persen) dari Rp202 miliar.
Belanja jasa: Rp13 miliar (10,58 persen) dari Rp126 miliar. Belanja modal: Rp11 miliar (7,34 persen) dari Rp150 miliar, yang sebagian besar berasal dari paket pekerjaan penunjukan langsung.
“Perlu percepatan agar target APBD 2025 dapat tercapai optimal,” ujar Tajudin dalam acara Pengendalian Pelaksanaan Pembangunan dan Klinik Percepatan Penyusunan RKPD-P 2025, Selasa (10/6/2025).
Kegiatan yang digelar Bappedalitbang Fakfak di Gedung Winder Tuare ini bertujuan memantau progres pembangunan dan penyusunan rencana keuangan tahun depan.
Reporter/Editor: Salmon Teriraun)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:






Tinggalkan Balasan