Geser – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kufar, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), memprediksi bahwa wilayah tersebut baru akan memasuki musim kemarau pada Oktober hingga Desember 2025.

Hal ini disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi Kufar, Moksen Siwasiwan, dalam keterangan resmi di ruang kerjanya, Jalan Pendidikan, Kecamatan Seram Timur, Senin (23/6/2025).

Menurut Moksen, meski sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau, kondisi anomali cuaca di kawasan timur Indonesia menyebabkan Seram Bagian Timur masih mengalami curah hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

“Indonesia memang secara umum sudah memasuki musim kemarau. Namun untuk wilayah Seram Bagian Timur, justru masih dalam periode musim hujan. Ini berbeda dengan wilayah Indonesia bagian barat seperti Jawa. Ketika Jawa musim kemarau, Maluku justru musim hujan, dan sebaliknya,” ujar Moksen.

BMKG juga merujuk surat edaran dari Stasiun Meteorologi Ambon yang menyebutkan potensi hujan sedang hingga lebat disertai cuaca ekstrem di wilayah Ambon dan sekitarnya, terhitung sejak 20 hingga 26 Juni 2025.

Selain itu, BMKG memperingatkan potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Seram Bagian Timur, khususnya di sekitar Pulau Gorom, Kesui, dan Teor (Kepulauan Watubela). Ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, yang dinilai berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

“Kami sudah sampaikan imbauan kepada masyarakat, terutama nelayan dan pengguna transportasi laut, agar waspada terhadap kondisi gelombang tinggi. Informasi lebih lengkap bisa diakses melalui media sosial resmi BMKG seperti YouTube, TikTok, Facebook, maupun situs web BMKG Maritim Ambon,” tambah Moksen.

Ia juga mengingatkan masyarakat Seram Bagian Timur agar selalu memantau kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas luar ruang.

“Sebelum beraktivitas, cek terlebih dahulu prakiraan cuaca yang tersedia di laman resmi BMKG. Di sana sudah tersedia informasi harian hingga mingguan,” pungkasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat Seram Bagian Timur agar selalu memantau kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas luar ruang.

“Sebelum beraktivitas, cek terlebih dahulu prakiraan cuaca yang tersedia di laman resmi BMKG. Di sana sudah tersedia informasi harian hingga mingguan,” pungkasnya.

(Reporter: Ali Gurium)
(Editor: Salmon Teriraun)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: